<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715537">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENCEGAH NIKAH SIRI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aisyah Salsabila Aliyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Maraknya praktik nikah siri di Kota Banda Aceh mendorong pemerintah daerah untuk melakukan berbagai upaya dalam mencegah dan menangani fenomena tersebut. Nikah siri yang tidak dicatat secara resmi menimbulkan persoalan hukum dan berdampak pada lemahnya perlindungan, khususnya bagi perempuan dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mencegah dan menangani praktik nikah siri serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam implementasinya. Analisis menggunakan teori strategi dengan indikator formulasi tujuan strategis, identifikasi stakeholder, mobilisasi sumber daya, serta evaluasi dan penyesuaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi pencatatan pernikahan, pembinaan keluarga, serta kerja sama lintas sektor. Namun, implementasi strategi tersebut belum optimal. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, kuatnya pengaruh budaya, keterbatasan sumber daya, serta lemahnya pengawasan. Evaluasi telah dilakukan, namun masih terbatas dan belum melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan sosialisasi, serta penegakan aturan yang lebih tegas agar upaya pencegahan dan penanganan nikah siri dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci: Strategi, Nikah Siri, Implementasi Kebijakan, Pemerintah Kota Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715537</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 16:20:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 16:25:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>