PENGARUH INTERVENSI KONSELING PRA-NIKAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KESEHATAN REPRODUKSI CALON PENGANTIN DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH INTERVENSI KONSELING PRA-NIKAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KESEHATAN REPRODUKSI CALON PENGANTIN DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


Pengarang

Elida Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

H. Said Usman - 197010151992031004 - Dosen Pembimbing I
Irwan Saputra - 197810162003121002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2407201010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Kesehatan Masyarakat (S2) / PDDIKTI : 13101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran / Prodi Kesehatan Masyarakat (S2)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tesis, Maret 2026
Elida Fitri
Pengaruh Intervensi Konseling Pra-Nikah Terhadap Pengetahuan dan Sikap Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin di Kabupaten Aceh Barat Daya
128 Halaman + 17 Tabel + 2 Gambar + 3 Lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang: Kesehatan reproduksi calon pengantin merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di masa mendatang. Rendahnya pengetahuan dan sikap calon pengantin terkait kesehatan reproduksi dapat berdampak pada berbagai permasalahan kesehatan, sehingga diperlukan intervensi melalui konseling pra-nikah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 50 calon pengantin yang mengikuti konseling pra-nikah di KUA Kecamatan Blangpidie. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel, analisis regresi logistik untuk menentukan faktor dominan, serta uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi calon pengantin. Sebaliknya, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ketersediaan informasi memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pendidikan dan sistem informasi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan pengetahuan, sedangkan sistem informasi dan pekerjaan menjadi faktor dominan yang memengaruhi sikap calon pengantin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah konseling pra-nikah (p=0,001), di mana seluruh responden mengalami peningkatan setelah intervensi. Kesimpulan: Konseling pra-nikah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi calon pengantin, sehingga perlu dioptimalkan sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat.
Kata kunci: Konseling pra-nikah, pengetahuan, sikap, kesehatan reproduksi, calon pengantin.
Daftar Pustaka: 11 Buku + 10 Jurnal + 2 webs

MASTER OF PUBLIC HEALTH STUDY PROGRAM FACULTY OF MEDICINE, UNIVERSITAS SYIAH KUALA Thesis, March 2026 Elida Fitri THE EFFECT OF PREMARITAL COUNSELING INTERVENTION ON REPRODUCTIVE HEALTH KNOWLEDGE OF PROSPECTIVE BRIDES AND GROOMS IN SOUTHWEST ACEH REGENCY 128 Pages + 17 Tables + 2 Figures + 3 Appendices ABSTRACT Background: Reproductive health of prospective brides and grooms is an important aspect in improving the quality of family health in the future. Low levels of knowledge and attitudes related to reproductive health among prospective couples may lead to various health problems; therefore, an intervention through premarital counseling is necessary. Methods: This study employed a quantitative design with a pretest–posttest approach. The sample consisted of 50 prospective brides and grooms who participated in premarital counseling at the Office of Religious Affairs (KUA) in Blangpidie District. Data analysis was conducted using the Chi-Square test to determine relationships between variables, logistic regression analysis to identify dominant factors, and the Wilcoxon Signed Rank Test to assess differences before and after the intervention. Results: The results showed that there was no significant relationship between age and reproductive health knowledge and attitudes among prospective couples. In contrast, education level, occupation, and availability of information were significantly associated with reproductive health knowledge and attitudes. Multivariate analysis indicated that education and information systems were dominant factors associated with knowledge, while information systems and occupation were dominant factors influencing attitudes. The Wilcoxon test results showed a significant difference in knowledge and attitudes before and after premarital counseling, where all respondents experienced improvement after the intervention. Conclusion: Premarital counseling is effective in improving reproductive health knowledge and attitudes among prospective brides and grooms; therefore, it needs to be optimized as an effort to enhance the quality of community reproductive health. Keywords: Premarital counseling, knowledge, attitude, reproductive health, prospective brides and grooms. Blibliography: 11 books + 10 journals + 2 webs

Citation



    SERVICES DESK