PENGARUH BELANJA BANTUAN SOSIAL, DANA OTONOMI KHUSUS, DAN HUMAN CAPITAL TERHADAP KEMISKINAN DI ACEH DENGAN PENDAPATAN PERKAPITA SEBAGAI MEDIATOR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH BELANJA BANTUAN SOSIAL, DANA OTONOMI KHUSUS, DAN HUMAN CAPITAL TERHADAP KEMISKINAN DI ACEH DENGAN PENDAPATAN PERKAPITA SEBAGAI MEDIATOR


Pengarang

Pahlawan Dalimunthe - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Apridar - 196704132001121001 - Dosen Pembimbing I
Sartiyah - 196610091992032002 - Dosen Pembimbing II
Suriani - 197505062006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2401201010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini menganalisis determinan kemiskinan daerah dengan menempatkan Produk Domestik Regional Bruto per kapita (PDRBP) sebagai mekanisme transmisi dalam kerangka mediasi. Studi ini menggunakan data panel seimbang 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh periode 2017-2024. Estimasi dilakukan melalui model regresi data panel dengan pengendalian efek tetap lintas wilayah serta pengujian mediasi berbasis pendekatan jalur untuk mengidentifikasi efek langsung dan tidak langsung. Hasil empiris menunjukkan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan determinan utama yang secara konsisten berkaitan dengan penurunan kemiskinan. Belanja bantuan sosial dan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tidak menunjukkan hubungan langsung dengan kemiskinan dalam periode pengamatan. Terhadap PDRBP, kesehatan muncul sebagai determinan yang paling stabil dalam mendorong peningkatan kapasitas ekonomi daerah. Analisis mediasi mengindikasikan bahwa PDRBP hanya berperan sebagai mediator pada hubungan antara kesehatan dan kemiskinan, sehingga mekanisme transmisi pertumbuhan terhadap pengurangan kemiskinan bersifat selektif dan tidak universal. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengurangan kemiskinan di daerah perlu berorientasi pada penguatan modal manusia dan peningkatan produktivitas ekonomi yang inklusif, bukan semata-mata pada ekspansi belanja fiskal.

Kata kunci : Kemiskinan, Modal Manusia, PDRBP, Desentralisasi Fiskal, Mediasi.

This study investigates regional poverty determinants by positioning regional GDP per capita (PDRBP) as a transmission mechanism within a mediation framework. The analysis employs balanced panel data from 23 districts/cities in Aceh Province over the 2017–2024 period. Estimation is conducted using fixed-effects panel regression with mediation-based path analysis to disentangle direct and indirect effects. Empirical findings indicate that education and health represent the most consistent determinants associated with poverty reduction. Social assistance spending and the Aceh Special Autonomy Fund (DOKA) do not exhibit a direct association with poverty within the observed period. Regarding regional income, health emerges as the most stable contributor to higher per capita GDP. Mediation results reveal that PDRBP functions as a mediator only in the relationship between health and poverty, suggesting that the growth-poverty transmission mechanism operates selectively rather than universally. These findings underline the importance of strengthening human capital formation and promoting inclusive regional productivity as core strategies for sustainable poverty alleviation, beyond mere fiscal expansion. Keyword : Poverty, Human Capital, Regional Income, Fiscal Decentralization, Mediation

Citation



    SERVICES DESK