ANALISIS MARGIN DAN EFISIENSI PEMASARAN BERONDOLAN KELAPA SAWIT PETANI RAKYAT: STUDI KASUS DI KECAMATAN PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS MARGIN DAN EFISIENSI PEMASARAN BERONDOLAN KELAPA SAWIT PETANI RAKYAT: STUDI KASUS DI KECAMATAN PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM


Pengarang

ALWY RISKY HARAHAP - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Lukman Hakim - 197811032006041001 - Dosen Pembimbing I
Safrida - 196805281994032002 - Dosen Pembimbing II
Cut Faradilla - 197409232000032006 - Penguji
Akhmad Baihaqi - 197406142008121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Berondolan kelapa sawit memiliki nilai ekonomis tinggi karena rendemen minyaknya yang jauh lebih besar dibandingkan TBS, namun di Kecamatan Penanggalan pemanenan dan pemasarannya masih menghadapi berbagai kendala seperti kehilangan hasil, ketidakefisienan distribusi, serta ketimpangan margin pemasaran yang menyebabkan rendahnya farmer’s share yang diterima petani. Permasalahan ini muncul akibat struktur saluran pemasaran yang melibatkan beberapa perantara, sehingga margin lebih banyak terakumulasi pada lembaga pemasaran dibandingkan petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur saluran pemasaran berondolan kelapa sawit serta menghitung margin dan efisiensi pemasarannya di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, guna menilai distribusi keuntungan antar pelaku dan mengidentifikasi saluran yang paling efisien.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, pada Oktober 2025 hingga selesai dengan objek kajian berupa pemasaran berondolan kelapa sawit. Penelitian difokuskan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, dan tingkat efisiensi pemasaran, mencakup aliran produk, informasi, dan keuangan. Populasi penelitian terdiri atas petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dengan penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling dari petani pemilik lahan kelapa sawit dan memasarkan berondolan sawit hingga menjangkau seluruh pelaku pemasaran terkait. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti Dinas Perkebunan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan saluran pemasaran, perhitungan margin pemasaran, serta analisis efisiensi pemasaran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saluran pemasaran berondolan kelapa sawit di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam terdiri dari tiga alternatif, yaitu Saluran Pemasaran I, Saluran Pemasaran II Tipe A, dan Saluran Pemasaran II Tipe B, yang dibedakan berdasarkan jumlah dan peran lembaga pemasaran dari petani hingga RAM/agen sebelum ke konsumen akhir atau pabrik kelapa sawit. Margin dan efisiensi pemasaran pada ketiga saluran menunjukkan variasi, namun seluruhnya tergolong efisien dengan nilai EP di bawah 50%. Saluran Pemasaran II Tipe A merupakan yang paling efisien (7,68%), diikuti Saluran Pemasaran I (11,43%) dan Saluran Pemasaran II Tipe B (12,12%), yang dipengaruhi oleh besarnya biaya pemasaran dan sistem distribusi pada masing-masing saluran.

Loose palm oil fruit (OIL) has high economic value due to its significantly higher oil yield than fresh fruit bunches (FFB). However, in Penanggalan District, harvesting and marketing still face various challenges, such as yield loss, distribution inefficiencies, and unequal marketing margins, resulting in low farmer's share. These problems arise from the marketing channel structure, which involves multiple intermediaries, resulting in a higher margin accumulating with marketing institutions than with farmers. Therefore, this study aims to analyze the structure of the loose palm oil marketing channel and calculate its marketing margins and efficiency in Penanggalan District, Subulussalam City, to assess profit distribution among actors and identify the most efficient channels. This research was conducted in Penanggalan District, Subulussalam City, from October 2025 until completion, focusing on the marketing of loose palm oil. The study focused on analyzing marketing channels, marketing margins, and marketing efficiency levels, including product flow, information, and financial resources. The study population consisted of farmers, collectors, wholesalers, and palm oil mills (POMs). The sample was determined using a snowball sampling technique, drawing on farmers who own oil palm land and market loose palm fruit to reach all relevant marketing actors. Primary data was collected through interviews and observations, while secondary data was obtained from relevant agencies such as the Plantation Office. Analysis was conducted using a marketing channel approach, marketing margin calculations, and marketing efficiency analysis. The results of this study indicate that the marketing channels for loose palm fruit in Penanggalan District, Subulussalam City, consist of three alternatives: Marketing Channel I, Marketing Channel II Type A, and Marketing Channel II Type B, which are distinguished by the number and role of marketing institutions, from farmers to agents before reaching the final consumer or palm oil mill. Marketing margins and efficiency across the three channels vary, but all are considered efficient with EP values below 50%. Marketing Channel II Type A is the most efficient (7.68%), followed by Marketing Channel I (11.43%) and Marketing Channel II Type B (12.12%), which is influenced by the size of marketing costs and distribution systems in each channel.

Citation



    SERVICES DESK