PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS TINGKAT KERENTANAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE SPATIAL MULTICRITERIA EVALUATION (SMCE) DI KECAMATAN IDI TUNONG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH TIMUR, PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS TINGKAT KERENTANAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE SPATIAL MULTICRITERIA EVALUATION (SMCE) DI KECAMATAN IDI TUNONG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH TIMUR, PROVINSI ACEH


Pengarang

Zati yumni - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Dewi Sartika - 198906072019032018 - Dosen Pembimbing I
Rifqan - 199101242019031007 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904109010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa selama tahun 2020 hingga 2023 terus terjadi bencana banjir yang berulang setiap tahun di Kabupaten Aceh Timur. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, banjir yang terjadi di wilayah penelitian dapat diklasifikasikan sebagai banjir luapan sungai (river flood) yang dapat terjadi akibat pengaruh dari curah hujan tinggi, kondisi fisiografi, topografi, dan jenis batuan sehingga dilakukan langkah awal untuk mengelola risiko bencana banjir melalui analisis tingkat kerentanan banjir. Lokasi penelitian memiliki luasan 6x4 km^2 yang berada di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh atau secara geografis terletak pada koordinat 4°54’14,40” - 4°57’30,60” LU dan 97°44’00” - 97°46’10,00” BT. Berdasarkan Peta Geologi Regional Lembar Langsa, susunan formasi daerah penelitian terdiri atas Formasi Seurela (Tps), Formasi Julu Rayeu (QTjr), Formasi Idi (Qpi), dan Endapan Permukaan, Pantai dan Sungai (Qh) dimana sebaran batuan terdiri dari endapan dan batuan sedimen dengan tekstur yang halus dan sebagian bersifat impermeable sehingga sulit untuk meresap air aliran permukaan dan menyebabkan penggenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan mendapatkan informasi tingkat kerentanan banjir di wilayah penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa pemetaan geologi, analisis petrologi, analisis petrografi dan pembobotan menggunakan metode Spatial Multicriteria Evaluation (SMCE) pada parameter yang memengaruhi tingkat kerentanan banjir berupa jenis batuan, bentuk lahan, ketinggian lahan (elevasi), kemiringan lereng, curah hujan, dan kerapatan sungai. Hasil yang didapatkan dari penelitian berupa dua satuan bentang alam yaitu bentang alam denudasional (D) dan bentang alam fluvial (F). Satuan batuan terdiri dari satuan batupasir Seureula (Tps), satuan batupasir Julu Rayeu (QTjr), satuan perlapisan batulempung dan batupasir Idi (Qpi), satuan batupasir Idi (Qpi) dan satuan endapan pasir (Qh). Klasifikasi tingkat kerentanan banjir di daerah penelitian terdiri dari tiga kelas yaitu kelas kerentanan rendah dengan nilai 2,85 – 3,3, kerentanan sedang dengan nilai >3,3 – 3,75, dan kerentanan tinggi dengan nilai > 3,75 – 4,2. Daerah dengan tingkat kerentanan kelas tinggi terhadap bencana banjir meliputi area dalam jarak 0 – 2,5 km dari garis tepi sungai.
Kata Kunci: Pemetaan Geologi, Tingkat Kerentanan Banjir, Pembobotan, Metode SMCE

A report from the National Disaster Management Agency states that from 2020 to 2023, flood disasters have continued to occur annually in East Aceh Regency. Based on the literature review conducted, the floods occurring in the study area can be classified as river floods, which can result from heavy rainfall, physiographic conditions, topography, and rock types; therefore, initial steps have been taken to manage flood risk through an analysis of flood vulnerability. The study area covers an area of 6x4 km² in East Aceh Regency, Aceh Province, and is geographically located at coordinates 4°54’14.40” – 4°57’30.60” N and 97°44’00” – 97°46’10.00” E. Based on the Langsa Regional Geological Map, the stratigraphic sequence of the study area consists of the Seurela Formation (Tps), the Julu Rayeu Formation (QTjr), the Idi Formation (Qpi), and Surface, Coastal, and Fluvial Deposits (Qh), where one of the rock types consists of deposits and sedimentary rocks with a fine texture; some of these are impermeable, making it difficult for surface runoff to infiltrate and leading to flooding.This study aims to determine the geological conditions and obtain information on the flood vulnerability level in the study area. The methods used in this study include geological mapping, petrological analysis, petrographic analysis, and weighting using the Spatial Multicriteria Evaluation (SMCE) method for parameters affecting flood vulnerability, such as rock type, landform, land elevation, slope gradient, rainfall, and river density. The results obtained from the study consist of two landscape units, namely denudational landscapes (D) and fluvial landscapes (F). The rock units consist of a Seureula sandstone unit (Tps), a Julu Rayeu sandstone unit (QTjr), a unit composed of alternating layers of claystone and Idi sandstone (Qpi), an Idi sandstone unit (Qpi) and a sandy sediment unit (Qh). The flood vulnerability classification in the study area consists of three classes: low vulnerability with a value of 2.85 – 3.3, moderate vulnerability with a value of >3.3 – 3.75, and high vulnerability with a value of >3.75 – 4.2. Areas with a high level of vulnerability to flooding include areas within 0 – 2.5 km of the riverbank. Keywords: Geological Mapping, Flood Vulnerability Level, Weighting, SMCE Method.

Citation



    SERVICES DESK