<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715467">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERHADAP KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA PROSES CNC MILLING BAJA S45C</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT MUHAMMAD AZIZ SIREGAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pemesinan dengan mesin CNC milling merupakan salah satu proses manufaktur yang membutuhkan konsumsi energi listrik cukup tinggi. Pengaturan parameter pemotongan yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi energi selama proses berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi pemotongan terhadap konsumsi energi listrik serta menentukan kombinasi parameter pemotongan yang paling efisien pada proses CNC milling baja S45C. Parameter yang divariasikan meliputi kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman potong. Pengujian dilakukan menggunakan mesin CNC Emco VMC 100 dengan alat ukur Power Analyzer Fluke 43B untuk merekam data arus dan tegangan selama proses pemesinan. Analisis data dilakukan dengan metode Taguchi menggunakan matriks ortogonal L9 dan analisis variansi (ANOVA) untuk menentukan faktor dominan yang memengaruhi konsumsi energi listrik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman potong merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik, diikuti oleh gerak makan dan kecepatan potong. Kombinasi parameter pemotongan optimal diperoleh pada kecepatan potong 92 m/menit, gerak makan 281 mm/menit, dan kedalaman potong 0,3 mm, yang menghasilkan konsumsi daya terendah sebesar 65,41 W. Dengan demikian, pengaturan parameter pemotongan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi energi dan mendukung penerapan konsep manufaktur berkelanjutan di industri pemesinan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715467</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 12:43:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 15:30:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>