KELAYAKAN USAHA FINANSIAL PERIKANAN BAGAN APUNG DI KRUENG RAYA, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KELAYAKAN USAHA FINANSIAL PERIKANAN BAGAN APUNG DI KRUENG RAYA, ACEH BESAR


Pengarang

AFIFAH RAHMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Chaliluddin - 197002052008121004 - Dosen Pembimbing I
Imelda Agustina - 199108122021022101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2011103010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sektor perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir Indonesia. Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, merupakan salah satu wilayah dengan potensi perikanan tangkap tinggi, di mana alat tangkap bagan apung menjadi pilihan utama nelayan karena efisien dan sesuai dengan kondisi perairan. Namun, usaha perikanan tradisional ini menghadapi berbagai kendala, seperti kenaikan harga bahan bakar, keterbatasan teknologi, serta faktor lingkungan yang dapat memengaruhi produktivitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha perikanan bagan apung di Krueng Raya. Penelitian dilaksanakan pada April 2025 dengan metode survei dan wawancara terhadap 11 unit kapal bagan apung yang dipilih dari populasi 30 unit menggunakan purposive sampling. Data primer meliputi investasi, biaya tetap, biaya operasional, biaya tidak tetap, serta pendapatan usaha, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal dan laporan terkait. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha bagan apung di Krueng Raya layak secara finansial. Nilai NPV sebesar Rp396.483.728 bernilai positif, Net B/C sebesar 2,30 menunjukkan efisiensi usaha, dan IRR sebesar 46,89% jauh di atas tingkat diskonto 5,25%. Dengan demikian, usaha perikanan bagan apung terbukti menguntungkan, efisien, dan memiliki prospek keberlanjutan, sehingga layak untuk dijalankan dan dikembangkan sebagai salah satu sektor unggulan perikanan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kata kunci: kelayakan usaha, bagan apung, Krueng Raya

The fisheries sector plays a strategic role in supporting the economy of coastal communities in Indonesia. Krueng Raya, Aceh Besar District, is one of the regions with high capture fisheries potential, where lift-net (bagan apung) is the main fishing gear due to its efficiency and suitability with local waters. However, this traditional fishery faces several challenges, such as rising fuel prices, limited access to technology, and environmental factors that affect productivity. Therefore, this study aims to analyze the financial feasibility of lift-net fisheries in Krueng Raya. The research was conducted in April 2025 using survey and interview methods with 11 liftnet fishing units selected from a population of 30 units through purposive sampling. Primary data included investment, fixed costs, operational costs, variable costs, and revenue, while secondary data were obtained from journals and reports. Financial feasibility was analyzed using three indicators: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C). The results show that lift net fisheries in Krueng Raya are financially feasible. The NPV value of IDR 396.483.728 is positive, the Net B/C ratio of 2.30 indicates efficiency, and the IRR of 46,89% is far above the discount rate of 5.25%. These findings confirm that lift-net fisheries are profitable, efficient, and have sustainable prospects, making them viable to continue and develop as one of the leading fisheries sectors to improve the welfare of coastal communities. Keywords: feasibility analysis, floating lift-net, Krueng Raya

Citation



    SERVICES DESK