STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENGANGGURAN DI KOTA LHOKSEUMAWE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENGANGGURAN DI KOTA LHOKSEUMAWE


Pengarang

ZULFAHMI AULIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurul Kamaly - 199503262022032011 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2210104010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dinamika pembangunan ekonomi daerah menuntut ketersediaan kesempatan kerja yang memadai untuk menjamin kesejahteraan masyarakat. Di Kota Lhokseumawe, persoalan pengangguran muncul seiring dengan transisi struktur ekonomi pasca menurunnya sektor migas yang sebelumnya menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Kondisi ini diikuti dengan meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, sementara ketersediaan lapangan pekerjaan belum mampu menyerap tenaga kerja secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengatasi pengangguran dan mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Teori yang digunakan adalah strategi publik oleh Geoff Mulgan (2009) dengan indikator tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran, serta dikaitkan dengan SDGs Tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah telah dirumuskan dengan tujuan yang jelas untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan menciptakan pekerjaan yang layak. Strategi tersebut didasarkan pada pertimbangan kondisi pasar kerja yang masih terbatas, meningkatnya jumlah angkatan kerja, serta perubahan struktur ekonomi daerah. Dalam tahap pengarahan, pemerintah melakukan koordinasi lintas sektor, menyusun program yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta menjalin komunikasi dan kemitraan dengan dunia usaha guna memperluas peluang kerja. Implementasi strategi diwujudkan melalui pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja, program pemagangan, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta peningkatan investasi sebagai upaya mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Selain itu, strategi juga disertai dengan evaluasi program secara berkala sebagai bagian dari proses pembelajaran, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal dan masih menghadapi berbagai keterbatasan. Hambatan utama meliputi integrasi data yang belum optimal, keterbatasan anggaran, kompleksitas pasar kerja dan kebijakan upah minimum. Disarankan penguatan integrasi data dan pelatihan kolaboratif oleh pemerintah, peningkatan rekrutmen dan praktik kerja yang adil oleh perusahaan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pelatihan dan pemanfaatan peluang usaha.
Kata Kunci: Strategi Pemeritah, Pengangguran, Ketenagakerjaan, Kota Lhokseumawe



The dynamics of regional economic development require the availability of sufficient job opportunities to ensure the well being of the community. In the city of Lhokseumawe, the issue of unemployment has emerged alongside the economic structural transition following the decline of the oil and gas sector, which was previously one of the main pillars of the regional economy. This situation is compounded by the increasing number of college graduates, while the availability of jobs has not yet been able to optimally absorb the labor force. This study aims to analyze the strategies of the Lhokseumawe City Government in addressing unemployment and to identify obstacles in their implementation. The theoretical framework used is Geoff Mulgan’s (2009) public strategy framework, which includes indicators of purpose, context, direction, action, and learning, and is linked to SDG Goal 8 on decent work and economic growth. This study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that the government’s strategies have been formulated with clear objectives to increase labor absorption and create decent jobs. These strategies are based on considerations of the still-limited labor market conditions, the growing labor force, and changes in the regional economic structure. During the planning phase, the government coordinates across sectors, develops programs aligned with labor market needs, and establishes communication and partnerships with the business sector to expand employment opportunities. Strategy implementation is carried out through labor market driven training, apprenticeship programs, strengthening Micro, Small, and Medium Enterprises, and increasing investment as efforts to drive the creation of new jobs. Additionally, the strategy is accompanied by periodic program evaluations as part of a learning process, although its implementation has not yet been fully optimized and still faces various limitations. Major obstacles include suboptimal data integration, budget constraints, the complexity of the labor market, and minimum wage policies. It is recommended that the government strengthen data integration and collaborative training, that companies improve recruitment and fair labor practices, and that the public actively participate in training and the utilization of business opportunities. Keywords: Government Strategy, Unemployment, Employment, Lhokseumawe City.

Citation



    SERVICES DESK