UPAYA PEMERINTAH MELALUI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UPAYA PEMERINTAH MELALUI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH


Pengarang

MIFTAHUL JANNAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Mukhrijal - 198810202017011101 - Penguji
Helmi - 198804272023211018 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2210104010088

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik, sekaligus memiliki potensi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dalam pelaksanaannya di Kota Banda Aceh, keterlibatan UMKM masih menghadapi berbagai kendala yang mempengaruhi optimalisasi manfaat ekonomi dari program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan upaya pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kendala yang dihadapi dalam melibatkan UMKM lokal di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori ACTORS yang meliputi authority, confidence and competence, trust, opportunity, responsibility, and support untuk menganalisis tingkat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBG telah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan pemasok bahan pangan dalam rantai pasok penyediaan makanan. Namun, pemberdayaan tersebut belum berjalan secara optimal karena keterlibatan UMKM masih terbatas pada pelaku usaha yang memiliki modal dan kapasitas produksi besar. Selain itu, kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kapasitas produksi, fluktuasi harga bahan baku, sistem pembayaran yang tidak langsung, serta kurangnya koordinasi dan pendataan UMKM oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas UMKM, serta kebijakan yang lebih inklusif agar program MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemberdayaan Ekonomi, UMKM, Kota Banda Aceh

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a national priority program aimed at improving the nutritional needs of the community, especially students, while also having the potential to encourage community economic empowerment through the involvement of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, in its implementation in Banda Aceh City, the involvement of MSMEs still faces various obstacles that affect the optimization of the program's economic benefits. This study aims to determine and explain the government's efforts through the Free Nutritious Meal Program (MBG) in community economic empowerment and the obstacles faced in involving local MSMEs in Banda Aceh City. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews and documentation. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study uses the ACTORS theory which includes authority, confidence and competence, trust, opportunity, responsibility, and support to analyze the level of community economic empowerment. The results show that the MBG Program has opened economic opportunities for the community through the involvement of MSMEs and food suppliers in the food supply chain. However, this empowerment has not been running optimally because the involvement of MSMEs is still limited to business actors with large capital and production capacity. Furthermore, challenges include limited human resources, production capacity, fluctuating raw material prices, indirect payment systems, and a lack of coordination and data collection by local governments on MSMEs. Therefore, strengthened coordination, increased MSME capacity, and more inclusive policies are needed so that the MBG program not only functions as a nutritional fulfillment program but also fosters sustainable community economic empowerment. Keywords: Free Nutritional Meal Program (MBG), Economic Empowerment, MSMEs, Banda Aceh City

Citation



    SERVICES DESK