UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAKTERI ENDOFIT BACILLUS SP. BEDS3 DENGAN BERBAGAI PELARUT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAKTERI ENDOFIT BACILLUS SP. BEDS3 DENGAN BERBAGAI PELARUT


Pengarang

NASYWA JAMILAH AHMAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Lenni Fitri - 198207282006042002 - Dosen Pembimbing I
Fauziah - 197411241999032003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2108104010089

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Biologi., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

579.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bakteri endofit diketahui mampu menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis, termasuk sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan supernatan Bacillus sp. BEDS3 yang diekstraksi menggunakan pelarut dengan tingkat polaritas berbeda, yaitu metanol (polar), etil asetat (semi-polar), dan n-heksana (non-polar). Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan dianalisis melalui pengukuran persentase inhibisi serta penentuan nilai IC50. Hasil menunjukkan bahwa semua ekstrak memiliki aktivitas antioksidan yang bervariasi tergantung jenis pelarut. Ekstrak metanol menunjukkan nilai IC50 terendah, yaitu 4,38 ppm, diikuti oleh etil asetat sebesar 6,27 ppm, dan n-heksana sebesar 16,05 ppm. Grafik regresi linier menunjukkan nilai R² tinggi untuk masing-masing pelarut (metanol: 0,966; etil asetat: 0,9942; n-heksana: 0,9432), yang menandakan korelasi kuat antara peningkatan konsentrasi dan efektivitas inhibisi radikal bebas. Hasil ini mengindikasikan bahwa Bacillus sp. BEDS3 memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami, terutama ketika diekstraksi menggunakan pelarut polar seperti metanol.

Endophytic bacteria are known to produce secondary metabolites with various biological activities, including antioxidant properties. This study aimed to evaluate the antioxidant activity of the supernatant of Bacillus sp. BEDS3 extracted using solvents with different polarities: methanol (polar), ethyl acetate (semi-polar), and n-hexane (non-polar). Antioxidant activity was assessed using the DPPH method by measuring the percentage of inhibition and determining the IC50 value. The results showed that all extracts exhibited antioxidant activity that varied depending on the type of solvent used. The methanol extract showed the lowest IC50 value (4.38 ppm), followed by ethyl acetate (6.27 ppm) and n-hexane (16.05 ppm). The linear regression analysis yielded high R² values for each solvent (methanol: 0.966; ethyl acetate: 0.9942; n-hexane: 0.9432), indicating a strong correlation between increasing extract concentration and free radical inhibition. These findings suggest that Bacillus sp. BEDS3 has promising potential as a natural antioxidant source, particularly when extracted using polar solvents such as methanol.

Citation



    SERVICES DESK