IDENTIFIKASI SAMPAH MAKRO ANORGANIK DI EKOSISTEM MANGROVE KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI SAMPAH MAKRO ANORGANIK DI EKOSISTEM MANGROVE KOTA BANDA ACEH


Pengarang

MURSAL MASNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairunnisa - 199209232022032013 - Dosen Pembimbing I
Mutia Ramadhaniaty - 199103272023212039 - Dosen Pembimbing II
Irma Dewiyanti - 198112212005012001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1911101010080

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sampah laut merupakan permasalahan lingkungan yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas manusia di wilayah pesisir. Ekosistem mangrove sebagai ekosistem peralihan antara darat dan laut berfungsi sebagai perangkap alami sampah, khususnya sampah anorganik berukuran makro, yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap struktur dan fungsi ekologis mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sampah anorganik serta menghitung kelimpahan sampah anorganik berukuran makro, serta menganalisis hubungannya dengan kepadatan mangrove di ekosistem mangrove Lampaseh dan Lampulo, Kota Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sampah dilakukan menggunakan transek berukuran 6 × 100 m, sedangkan kepadatan mangrove diukur menggunakan kuadran 10 × 10 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah laut yang dominan di kedua lokasi adalah plastik dan busa plastik. Kelimpahan sampah di stasiun I (Lampaseh) sebesar 0,22 unit/m², sedangkan di stasiun II (Lampulo) sebesar 0,29 unit/m². Kepadatan mangrove di stasiun I sebesar 0,15 pohon/m² dan di stasiun II sebesar 0,25 pohon/m². Analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara kepadatan mangrove dan kelimpahan sampah, di mana semakin tinggi kepadatan mangrove, semakin besar jumlah sampah yang terperangkap. Akumulasi sampah, khususnya plastik, berpotensi menghambat pertumbuhan semai mangrove, mengganggu sistem perakaran, serta menurunkan fungsi ekologis mangrove sebagai habitat biota laut dan pelindung kawasan pesisir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan sampah dan upaya pelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir.
Kata kunci: sampah laut, sampah anorganik, kelimpahan sampah, kepadatan mangrove, ekosistem mangrove , Banda Aceh.

Marine debris has become an increasingly serious environmental problem along with population growth and intensified human activities in coastal areas. Mangrove ecosystems, as transitional ecosystems between land and sea, function as natural traps for debris, particularly macro-sized inorganic waste, which can potentially disrupt the structure and ecological functions of mangroves. This study aims to identify the types of inorganic debris and quantify the abundance of macro-sized inorganic debris, as well as to analyze its relationship with mangrove density in the mangrove ecosystems of Lampaseh and Lampulo, Banda Aceh City. The research was conducted in September 2024 using a purposive sampling method. Debris sampling was carried out using transects measuring 6 × 100 m, while mangrove density was measured using 10 × 10 m quadrats. The results showed that plastic and plastic foam were the dominant types of marine debris at both sites. The debris abundance at Station I (Lampaseh) was 0.22 units/m², whereas at Station II (Lampulo) it was higher at 0.29 units/m². Mangrove density at Station I was 0.15 trees/m², while Station II had a higher density of 0.25 trees/m². The analysis indicated a positive relationship between mangrove density and debris abundance, where higher mangrove density resulted in greater debris accumulation. The accumulation of debris, particularly plastic waste, has the potential to inhibit mangrove seedling growth, interfere with root systems, and reduce the ecological functions of mangroves as habitats for marine biota and as natural coastal protection. The findings of this study are expected to serve as a reference for waste management strategies and mangrove ecosystem conservation efforts in coastal areas. Keywords: marine debris, inorganic waste, debris abundance, mangrove density, mangrove ecosystem, Banda Aceh.

Citation



    SERVICES DESK