<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715349">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI SAMPAH MAKRO ANORGANIK DI EKOSISTEM MANGROVE KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MURSAL MASNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sampah laut merupakan permasalahan lingkungan yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas manusia di wilayah pesisir. Ekosistem mangrove sebagai ekosistem peralihan antara darat dan laut berfungsi sebagai perangkap alami sampah, khususnya sampah anorganik berukuran makro, yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap struktur dan fungsi ekologis mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sampah anorganik serta menghitung kelimpahan sampah anorganik berukuran makro, serta menganalisis hubungannya dengan kepadatan mangrove di ekosistem mangrove Lampaseh dan Lampulo, Kota Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sampah dilakukan menggunakan transek berukuran 6 × 100 m, sedangkan kepadatan mangrove diukur menggunakan kuadran 10 × 10 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah laut yang dominan di kedua lokasi adalah plastik dan busa plastik. Kelimpahan sampah di stasiun I (Lampaseh) sebesar 0,22 unit/m², sedangkan di stasiun II (Lampulo) sebesar 0,29 unit/m². Kepadatan mangrove di stasiun I sebesar 0,15 pohon/m² dan di stasiun II sebesar 0,25 pohon/m². Analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara kepadatan mangrove dan kelimpahan sampah, di mana semakin tinggi kepadatan mangrove, semakin besar jumlah sampah yang terperangkap. Akumulasi sampah, khususnya plastik, berpotensi menghambat pertumbuhan semai mangrove, mengganggu sistem perakaran, serta menurunkan fungsi ekologis mangrove sebagai habitat biota laut dan pelindung kawasan pesisir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan sampah dan upaya pelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir.&#13;
Kata kunci: sampah laut, sampah anorganik, kelimpahan sampah, kepadatan  mangrove, ekosistem mangrove , Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715349</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 21:40:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 09:23:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>