<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715335">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN SEBARAN DAN TATA GUNA LAHAN MANGROVE BAGIAN TIMUR PULAU WEH, KOTA SABANG MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RABBIUL KURWAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran dan tata guna lahan mangrove di bagian timur Pulau Weh, Kota Sabang, serta mengetahui perubahan luasan pada tahun 2016, 2020, dan 2024 menggunakan citra Sentinel-2A. Metode yang digunakan adalah klasifikasi terbimbing dengan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC) pada perangkat lunak ArcGIS. Data citra Sentinel-2A yang telah melalui proses cropping, komposit band, dan training sample diklasifikasikan ke dalam tujuh kelas tutupan lahan, yaitu mangrove, vegetasi lain, rawa, perairan laut, permukiman, lahan terbuka, dan tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran mangrove tersebar di empat lokasi penelitian yaitu Desa Krueng Raya, Desa Balohan, dan dua titik di Desa Jaboi dengan pola distribusi luasan mangrove yang berbeda pada setiap tahun pengamatan. Luas mangrove pada tahun 2016 tercatat sebesar 7,65 ha (3,65%), meningkat menjadi 8,86 ha (4,23%) pada tahun 2020, kemudian kembali menurun menjadi 7,59 ha (3,63%) pada tahun 2024. Perubahan yang terjadi dipengaruhi oleh penggunaan lahan seperti penambahan permukiman dan vegetasi lain, serta faktor alami dan rehabilitasi mangrove yang dilakukan masyarakat pada tahun 2022 dan 2024. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa citra Sentinel-2A dan metode MLC mampu memberikan informasi spasial yang akurat mengenai kondisi dan perubahan mangrove, sehingga dapat dijadikan dasar dalam upaya pengelolaan dan pelestarian ekosistem mangrove di kawasan pesisir Pulau Weh.&#13;
&#13;
Kata kunci: Mangrove, Sentinel-2A, Maximum Likelihood Classification, Tutupan Lahan, Pulau Weh, ArcGIS.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715335</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 18:21:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 09:19:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>