<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715323">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTER MORFOMETRIK, HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN FAKTOR KONDISI RAJUNGAN (PORTUNUS SANGUINOLENTU) DARI PERAIRAN BANDA ACEH DAN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAHUL RAUDHAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan penghasil rajungan yang cukup melimpah. Portunus sanguinolentus dikenal dengan sebutan kepiting rajungan bintang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan karakter morfometrik, hubungan panjang bobot, dan faktor kondisi rajungan Portunus sanguinolentus dari perairan Banda Aceh dan Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Februari 2026. Morfometrik pada rajungan yang diperoleh pada penelitian ini adalah bobot rajungan yang ditemukan antara lain berkisar minimal 17,2 gr dan maksimal 65 gr. Karakter utama pada morfometrik ialah lebar karapas dan panjang karapas, minimal lebar karapas (CW) yaitu 78,8 mm dan maksimal 109,1 mm dengan rata-rata 89,3 mm, serta standar deviasi yang diperoleh adalah 7,1 mm. Pada panjang karapas nilai minimal yang diperoleh adalah 32,8 mm dan maksimal 48,7 mm. Rata-rata pada panjang karapas 37,7 mm dan standar deviasinya 3,7 mm. Hasil persamaan panjang dan bobot memiliki nilai b 2,1687 yang berarti bersifat allometrik negatif, dimana pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot. Data yang menunjukkan nilai rata-rata kondisi betina yaitu 0,0056 lebih besar daripada jantan 0,0052, dengan selisih sekitar 0,0004, yang menandakan adanya perbedaan fisiologis atau lingkungan. Standar deviasi yang lebih tinggi pada betina (0,0017) dibandingkan jantan (0,0006) mengindikasikan variabilitas yang lebih besar dalam kelompok betina, yang bisa disebabkan oleh faktor seperti ukuran tubuh atau kondisi reproduksi. Secara keseluruhan, data ini memberikan wawasan tentang kondisi biologis dan fisiologis rajungan pada perairan Banda Aceh dan Aceh Besar.&#13;
&#13;
Kata kunci : rajungan, morfometrik, hubungan panjang bobot, faktor kondisi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715323</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 17:06:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 18:00:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>