<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715291">
 <titleInfo>
  <title>PENYEBARAN BIJI TUMBUHAN HUTAN MELALUI PROSES DEFEKASI ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII LESSON 1827) DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE, ACEH TENGGARA, ACEH, INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADHIF ABEL PRANAJA LUBIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Orangutan sumatera (Pongo abelii) merupakan primata frugivora yang berperan penting sebagai agen penyebar biji (seed disperser) dalam ekosistem hutan hujan tropis Sumatera. Proses penyebaran biji melalui defekasi berkontribusi terhadap regenerasi hutan, distribusi tumbuhan, serta pemeliharaan struktur dan keanekaragaman vegetasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah biji tumbuhan yang terdapat dalam kotoran orangutan sumatera, mengestimasi jarak penyebaran biji berdasarkan jarak jelajah harian orangutan, serta menganalisis pola persebaran kotoran orangutan menggunakan pendekatan spasial di Stasiun Penelitian Ketambe, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tenggara.&#13;
Penelitian dilakukan dengan metode focal animal sampling terhadap 5 individu orangutan yang terdiri dari betina dewasa dengan anak, betina dewasa, betina remaja, jantan dewasa berpipi, dan jantan dewasa belum berpipi. Pengamatan penuh (nest to nest) dilakukan selama 25 hari. Data dikumpulkan melalui pencatatan jalur pergerakan harian menggunakan Global Positioning System (GPS), pengambilan sampel kotoran segar, serta identifikasi morfologi biji yang ditemukan dalam sampel kotoran. Analisis pola persebaran kotoran dilakukan menggunakan metode Nearest Neighbor Index (NNI) untuk menentukan karakteristik distribusi spasial titik defekasi orangutan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 sampel kotoran yang berhasil dikoleksi, sebanyak 28 sampel (87,5%) mengandung biji tumbuhan. Biji yang ditemukan berasal dari 6 jenis tumbuhan, yaitu Aglaia sp., Ficus sp., Grewia sp., Arytera sp., Mallotus sp., dan Clererodendrum sp. Persentase kotoran yang mengandung biji pada individu jantan dewasa berpipi dan betina dewasa mencapai 100%, sedangkan individu lainnya berkisar antara 77,78–85,71%. Jarak jelajah harian orangutan memungkinkan penyebaran biji hingga ratusan meter dari pohon induk, yang berpotensi mengurangi kompetisi antartumbuhan dan meningkatkan peluang regenerasi di lokasi baru. Analisis NNI menunjukkan bahwa pola persebaran kotoran orangutan bersifat mengelompok (NNI &lt; 1), yang berkaitan erat dengan jalur pergerakan dan konsentrasi sumber pakan. Hasil penelitian ini menegaskan peran penting orangutan sumatera dalam menjaga proses regenerasi dan keberlanjutan ekosistem hutan hujan tropis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715291</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 15:34:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 15:41:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>