RESPONS PERBEDAAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

RESPONS PERBEDAAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX L.)


Pengarang

Edi Fahna Berutu - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syakur - 196803041993031003 - Dosen Pembimbing I
Taufan Hidayat - 197805102006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2305201010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroekoteknologi (S2) / PDDIKTI : 54111

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.655

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Edi Fahna Berutu. 2305201010004. Respons Perbedaan Frekuensi Penyiraman terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.). Di bawah bimbingan
Syakur dan Taufan Hidayat.
RINGKASAN
Faktor yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman
kedelai diantaranya jenis varietas dan ketersediaan air dalam tanah. Ketersediaan air tanah
akan terpenuhi bila jumlah dan frekuensi penyiraman yang cukup. Frekuensi penyiraman
berkaitan erat dengan cekaman kekeringan sehingga ketika tanaman mengalami cekaman
kekeringan yang dikarenakan tidak seimbangnya antara jumlah air yang tersedia di dalam
tanah dengan kebutuhan air yang diperlukan berdampak pada pertumbuhan, perkembangan
dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons perbedaan
frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kedelai (Glycine
max L.). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kasa Kebun Percobaan dan Laboratorium Ilmu
Gulma. Analisis tanah awal dilakukan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian,
Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari bulan Desember 2024 sampai Maret 2025.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor
dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu V1 =
Varietas Grobogan, V2 = Varietas Willis, V3 = Varietas Biosoy dan faktor kedua adalah
frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 = Penyiraman 1 hari sekali, P2
= Penyiraman 2 hari sekali, P3 = Penyiraman 3 hari sekali. Parameter pengamatan tinggi
tanaman, berat biomassa, bobot kering akar, bobot polong pertanaman, bobot biji
pertanaman, bobot 100 biji, potensi hasil, suhu udara, suhu tanah. Hasil penelitian
menunjukkan faktor varietas berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 5 MST
dan berpengaruh nyata pada 2, 6 dan 7 MST, berpengaruh sangat nyata pada berat
biomassa, berpengaruh nyata pada bobot biji pertanaman tanaman kedelai. Frekuensi
penyiraman berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 6 MST. Terdapat interaksi yang
nyata antara varietas dan frekuensi penyiraman terhadap tinggi tanaman umur 6 MST,
bobot biji pertanaman, berat biomassa dan berat polong pertanaman.
Kunci : Varietas, frekuensi penyiraman, pertumbuhan, hasil

Abstract. This research was conducted to evaluate the effects of different watering frequencies on the growth and yield of several soybean (Glycine max L.) varieties. The research was conducted at the Greenhouse Experimental Garden and Weed Science Laboratory, and soil analysis was performed at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The experiment took place from December 2024 to March 2025 using a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of two factors and three replications. The first factor was variety, and the second factor was watering frequency. The observed parameters included plant height, biomass weight, root dry weight, pod weight per plant, seed weight per plant, weight of 100 seeds, yield potential, air temperature, and soil temperature. The variety factor significantly influenced plant height at harvest, had a highly significant effect on biomass weight, and significantly affected seed weight per plant. In addition, watering frequency had a significant effect on plant height at 6 weeks after planting (WAP).

Citation



    SERVICES DESK