<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715253">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS BIAYA PRODUKSI BERDASARKAN KUAT TEKAN BATA INTERLOCK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Roja Al fatih aprialliswan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bata interlock merupakan material dinding alternatif yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya pemasangan. Meskipun demikian, bata interlock yang dicetak dan diproduksi oleh industri kecil tersebut belum seluruhnya memiliki informasi teknis yang jelas, khususnya terkait kuat tekan sebagai indikator mutu bata, serta harga jual yang mencerminkan biaya produksinya. Kondisi ini menyebabkan tingkat daya saing dan kelayakan ekonominya dibandingkan dengan material dinding lain belum dapat dinilai secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi bata interlock berdasarkan kuat tekan yang dihasilkan oleh industri tersebut menggunakan alat semi otomatis, campuran yang digunakan oleh industri kecil tersebut dengan komposisi 1 semen : 2 pasir : 3 tanah, adalah hasil penelitian terdahulu. Data hasil uji kuat tekan dengan variasi masa perawatan berupa 7 hari, 28 hari dan lebih dari 28 hari. Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif, diperoleh nilai rata-rata kuat tekan sebesar 3,55 MPa, 6,10 MPa, dan 6,14 MPa dengan standar deviasi masing-masing sebesar 0,19 MPa, 1,59 MPa, dan 0,46 MPa dari data tersebut menunjukkan bahwa bata interlock yang menggunakan alat semi otomatis itu tergolong sebagai mutu beton berlubang tingkat II berdasarkan SNI 03-0349-1989 , umumnya digunakan untuk dinding semi-struktural. Untuk data komponen biaya produksi meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya operasional. Dari komponen biaya produksi tersebut dapat dihitung biaya produksi bata interlock per bata sebesar Rp 2690 per batanya. Analisis ini dilakukan untuk menentukan kelayakan biaya produksi serta mengevaluasi antara mutu kuat tekan dan aspek ekonomi produksi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715253</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 13:22:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 14:46:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>