<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715237">
 <titleInfo>
  <title>KINERJA TERMAL GREEN ROOF EKSTENSIF DENGAN TANAMAN RUMPUTAN DANRNSUKULEN DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Monica Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan suhu lingkungan perkotaan merupakan salah satu permasalahan utama yang dipengaruhi oleh dominasi permukaan keras pada bangunan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi panas adalah penerapan green roof sebagai elemen pendinginan pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja termal green roof ektensif berdasarkan jenis tanaman yang digunakan, yaitu Axonopus compressus cultivars (rumput gajah mini), Ophiopogon japonicus (rumput kucai), dan Sesuvium portulacastrum (krokot laut), serta hubungan antara kondisi kelembaban tanah dengan laju pendinginan termal pada masing-masing jenis tanaman. Metode penelitian dilakukan secara experimental dengan pengujian green roof di dalam rumah kaca untuk memperoleh kondisi lingkungan yang terkontrol. Pengukuran suhu permukaan dilakukan menggunakan sensor suhu yang ditempatkan pada masing-masing sampel green roof. Data suhu yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui perbedaan kinerja termal antar jenis tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green roof dengan tanaman rumputan (khususnya Rumput Gajah Mini) secara umum lebih efektif dalam mereduksi suhu dan menjaga stabilitas termal green roof ekstensif dibandingkan tanaman sukulen (Krokot Laut). Hal ini terutama disebabkan oleh kemampuan rumputan mempertahankan kelembaban tanah yang lebih tinggi, yang meningkatkan efek pendinginan melalui evapotranspirasi. Meskipun Krokot Laut lebih tahan pada kondisi kering, performa termalnya kurang optimal dalam konteks basah tropis Banda Aceh, sementara Rumput Kucai menunjukkan kinerja di antara keduanya. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik tanaman, seperti kerapatan daun, luas penutupan tajuk, dan kemampuan evapotranspirasi. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa jenis tanaman sangat berpengaruh terhadap efektivitas green roof dalam mengendalikan suhu. Tanaman rumput gajah mini merupakan pilihan paling optimal untuk diterapkan pada sistem green roof sebagai upaya meningkatkan kenyamanan termal bangunan dan mengurangi dampak panas lingkungan perkotaan.&#13;
Kata kunci: tanaman, green roof, kinerja termal, kelembaban tanah, iklim tropis lembab&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715237</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 12:33:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 14:41:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>