Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MODIFIKASI MESIN PENYUWIR MULTIFUNGSI DENGAN MATA DOUBLE ROLLER UNTUK PRODUKSI ABON
Pengarang
KHAIRUL AMRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Dr. Mustaqimah, S.TP., M.Sc NIP. 198103022005012001 - - - Dosen Pembimbing I
Ramayanty Bulan - 197104081998032002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105106010041
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abon merupakan produk daging kering berbahan ikan, ayam, dan daging sapi yang memiliki daya simpan lama serta nilai ekonomis tinggi. Namun, proses penyuwiran masih banyak dilakukan secara manual atau menggunakan mesin sederhana dengan satu roller, sehingga kapasitas rendah, aliran bahan tidak stabil, hasil suwiran kurang seragam, serta kehilangan bahan relatif tinggi. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa sebagian besar mesin penyuwir hanya efektif untuk satu jenis bahan dan belum dilengkapi sistem pengumpan yang baik. Diperlukan inovasi mesin penyuwir yang mampu bekerja secara multifungsi, efisien, dan menghasilkan kualitas suwiran yang lebih seragam. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi mesin penyuwir dengan menerapkan mata double roller, yaitu kombinasi roller pengumpan dan roller penyuwir yang bekerja secara simultan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin penyuwir hasil modifikasi mampu berfungsi sebagai mesin multifungsi yang dapat menyuwir ikan tongkol, daging ayam, dan daging sapi secara efektif. Penerapan sistem double roller membuat aliran bahan lebih stabil, proses penyuwiran lebih cepat, serta mengurangi penumpukan bahan di area penyuwir. Variasi diameter puli berpengaruh nyata terhadap kecepatan putar (RPM), waktu penyuwiran, dan kapasitas mesin. Puli 3 inci menghasilkan putaran tertinggi (±1200 RPM) dengan waktu penyuwiran relatif singkat, sedangkan puli 5 inci menghasilkan putaran lebih rendah (±725 RPM). Pada penyuwiran ikan tongkol, kapasitas tertinggi diperoleh pada puli 5 inci sebesar 170,45 kg/jam, sedangkan pada ayam kapasitas tertinggi juga dicapai pada puli 5 inci sebesar 201,68 kg/jam. Sementara itu, untuk daging sapi yang memiliki serat lebih keras, kapasitas tertinggi dicapai pada puli 3 inci sebesar 94,86 kg/jam, menunjukkan bahwa bahan berserat keras memerlukan putaran yang lebih tinggi untuk memperoleh kinerja optimal.
Tingkat kehilangan hasil selama proses penyuwiran relatif rendah dan bervariasi tergantung ukuran puli dan jenis bahan. Kehilangan terendah pada ikan tongkol terjadi pada puli 4 inci sebesar 10,5%, sedangkan pada ayam kehilangan terendah terjadi pada puli 3 inci sebesar 5,5%. Pada daging sapi, kehilangan terendah juga terjadi pada puli 3 inci sebesar 9,17%. Data tersebut menunjukkan bahwa sistem double roller mampu meminimalkan kehilangan bahan dibandingkan mesin penyuwir satu roller pada penelitian sebelumnya. Dari sisi kualitas hasil, RPM tinggi cenderung menghasilkan suwiran kategori sedang hingga halus, terutama pada ikan tongkol dan ayam, sedangkan RPM rendah meningkatkan proporsi suwiran kasar, khususnya pada daging sapi.
Dapat disimpulkan bahwa modifikasi mesin penyuwir dengan mata double roller berhasil meningkatkan kapasitas kerja, memperluas fungsi mesin untuk berbagai jenis bahan, memperbaiki keseragaman hasil, serta menurunkan tingkat kehilangan bahan. Mesin ini dinilai lebih efisien dan serbaguna, serta berpotensi diterapkan pada skala produksi abon kecil hingga menengah. Penelitian ini juga memberikan dasar teknis dan data kinerja yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan mesin penyuwir selanjutnya.
Shredded meat floss (abon) is a dried meat product made from fish, chicken, and beef, known for its long shelf life and high economic value. However, the shredding process is still commonly performed manually or using simple single-roller machines, resulting in low capacity, unstable material flow, uneven shredding quality, and relatively high material losses. Previous studies have also shown that most shredding machines are only effective for a single type of material and lack an adequate feeding system. Therefore, an innovation in shredding machine design is required to achieve multifunctional capability, higher efficiency, and more uniform shredding results. This study aims to develop a shredding machine by implementing a double roller system, which combines a feeding roller and a shredding roller operating simultaneously. The test results show that the developed shredding machine functions as a multifunctional machine capable of effectively shredding tuna, chicken, and beef. The application of the double roller system improves material flow stability, accelerates the shredding process, and reduces material accumulation in the shredding area. Variations in pulley diameter significantly affect rotational speed (RPM), shredding time, and machine capacity. A 3-inch pulley produces the highest rotational speed (±1200 RPM) with relatively short processing time, while a 5-inch pulley results in a lower speed (±725 RPM). For tuna shredding, the highest capacity was achieved using a 5-inch pulley at 170.45 kg/h, while for chicken, the highest capacity was also obtained with a 5-inch pulley at 201.68 kg/h. In contrast, for beef, which has tougher fibers, the highest capacity was achieved using a 3-inch pulley at 94.86 kg/h, indicating that harder materials require higher rotational speeds for optimal performance. Material loss during the shredding process was relatively low and varied depending on pulley size and material type. The lowest loss for tuna occurred with a 4-inch pulley at 10.5%, while for chicken, the lowest loss was achieved with a 3-inch pulley at 5.5%. For beef, the lowest loss was also observed with a 3-inch pulley at 9.17%. These results indicate that the double roller system is capable of minimizing material loss compared to single-roller shredding machines reported in previous studies. In terms of product quality, higher RPM tends to produce medium to fine shreds, especially for tuna and chicken, while lower RPM increases the proportion of coarse shreds, particularly in beef. In conclusion, the development of a shredding machine with a double roller system successfully improves processing capacity, expands machine functionality for multiple types of materials, enhances shredding uniformity, and reduces material loss. This machine is considered more efficient and versatile, with strong potential for application in small- to medium-scale meat floss production. Furthermore, this study provides technical insights and performance data that can serve as a reference for future shredding machine development.
RANCANGAN MESIN PENYUWIR IKAN TONGKOL TENAGA MOTOR LISTRIK UNTUK BAHAN BAKU ABON SKALA RUMAH TANGGA (Khairul Andrian, 2016)
PERANCANGAN MESIN PARUT UBI (Rahmad Hidayat, 2018)
MODIFIKASI GIGI PEMARUT PADA MESIN PENYUWIR IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS ) SEBAGAI PEMBUATAN BAHAN BAKU ABON IKAN (Irwansyah, 2016)
MODIFIKASI MATA PISAU PENCACAH DENGAN TIPE CONICAL BURR MILL PADA MESIN PENGGILING BIJI KOPI (COFFEA SP) (M Saifan Saputra, 2017)
KUALITAS DAN UJI ORGANOLEPTIK ABON SAPI DENGAN PENAMBAHAN BUAH KELUWIH (ARCTOCORPUS COMMUNIS ) (Masyitah, 2024)