<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715231">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HUBUNGAN PARAMETER KUAT GESER DAN INDEKS PLASTISITAS PADA TANAH TIMBUN DI BEBERAPA WILAYAH ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M AIDIL ALFAIZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah sebagai material dasar dalam konstruksi memiliki sifat mekanik yang&#13;
bervariasi, sehingga pemahaman terhadap parameter kuat geser sangat penting&#13;
dalam perencanaan geoteknik. Salah satu parameter yang digunakan untuk&#13;
menggambarkan sifat tanah adalah indeks plastisitas. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis hubungan antara indeks plastisitas dengan parameter kuat geser tanah,&#13;
yaitu kuat geser total (τ), kohesi (c), dan sudut geser dalam ) berdasarkan&#13;
klasifikasi AASHTO dan USCS. Data diperoleh dari hasil pengujian laboratorium&#13;
pada sampel tanah di Kabupaten Aceh Besar dan dianalisis menggunakan regresi&#13;
linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah A-7-6 hubungan&#13;
indeks plastisitas dan sudut geser dalam sangat lemah dengan persamaan y = -&#13;
0,1267x + 21,67 dan R² = 0,0407, sedangkan pada tanah A-2-4 dan A-2-6&#13;
menunjukkan hubungan sedang dengan persamaan y = -0,563x + 28,111 dan R² =&#13;
0,5542. Pada klasifikasi USCS, tanah SC menunjukkan hubungan yang lemah&#13;
dengan y = -0,3326x + 24,648 dan R² = 0,1866, sedangkan tanah CH menghasilkan&#13;
(R² = 1) namun tidak representatif karena jumlah sampel terbatas. Untuk hubungan&#13;
indeks plastisitas dan kohesi, tanah A-7-6 menunjukkan hubungan yang kuat&#13;
dengan persamaan y = 0,0234x - 0,0651 dan R² = 0,7351. Tanah A-2-4 dan A-2-6&#13;
menunjukkan hubungan lemah dengan arah negatif persamaan y = -0,0236x +&#13;
0,4735 dan R² = 0,2214, sedangkan tanah SC juga menunjukkan hubungan lemah&#13;
y = 0,0063x + 0,201 dan R² = 0,0966. Tanah CH kembali menunjukkan (R² = 1)&#13;
namun tidak representatif. Secara keseluruhan, hubungan indeks plastisitas dan kuat&#13;
geser tanah menunjukkan korelasi sedang dengan arah positif y = 0,0129x + 0,8235&#13;
dan R² = 0,3201. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh indeks plastisitas terhadap&#13;
kuat geser tanah bergantung pada jenis tanah, sehingga tidak dapat digunakan&#13;
sebagai parameter tunggal dalam analisis geoteknik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715231</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 12:14:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 14:31:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>