<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715157">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PREDIKSI SUHU PERMUKAAN LAUT HARIAN BERBASIS DATA SATELIT DAN DEKOMPOSISI FUNGSI ORTOGONAL UNTUK MENUNJANG IDENTIFIKASI FISHING GROUND DI PERAIRAN UTARA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IBNU HAKIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan data Suhu Permukaan Laut (SPL) harian secara berkelanjutan sangat penting untuk memantau daerah penangkapan ikan potensial. Namun, tingginya tutupan awan di Perairan Utara Aceh sering kali menyebabkan kekosongan data satelit karena instrumen optik tidak dapat menembusnya, sehingga menghambat pemantauan dinamika oseanografi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan menganalisis data SPL harian di Perairan Utara Aceh yang berguna dalam memetakan lokasi fishing ground berdasarkan metode DINEOF. Metode komputasi yang digunakan mencakup pengolahan citra satelit Aqua MODIS level 3 dengan resolusi 4 kilometer periode Januari 2020 hingga November 2025. Evaluasi akurasi dan presisi model dilakukan melalui simulasi kekosongan data buatan sebesar 10%, 30%, dan 50% dengan menguji variasi mode EOF-2, EOF-4, dan EOF-10 menggunakan metrik MAE dan RMSE. Hasil penelitian menunjukkan algoritma DINEOF terbukti andal dalam memulihkan pola spasial SPL harian. Mode EOF-4 ditetapkan sebagai parameter paling optimal dengan rata-rata RMSE sebesar 0,459°C, serta mampu mempertahankan kestabilan rekonstruksi pada kondisi tutupan awan ekstrem mencapai 50% RMSE 0,834°C. Identifikasi area potensial pada rentang suhu 28,0°C hingga 28,5°C memperlihatkan variabilitas spasial yang sangat fluktuatif. Luasan area potensial terluas ditemukan pada monsun timur laut Januari hingga Februari dengan puncaknya mencapai 24,54% pada Februari 2020. Area ini menyusut drastis menjadi 1,79% pada masa peralihan akibat pemanasan perairan. Namun, area potensial kembali terbentuk hingga 15,50% pada monsun barat daya Juni hingga Agustus yang terpusat di perairan antara daratan Aceh dan Pulau Weh. Implikasinya, rekonstruksi suhu permukaan laut berbasis DINEOF terbukti efektif untuk mendukung presisi pengelolaan perikanan dan penentuan lokasi operasi penangkapan bagi nelayan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715157</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 09:33:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 09:56:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>