<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715135">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN CURAH HUJAN SERTA UPAYA MITIGASI BENCANA IKLIM EKSTRIM DI REGIONAL ACEH BAGIAN UTARA.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Farhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan di regional Aceh Bagian Utara. Secara geografis, lokasi penelitian berada di ujung utara Pulau Sumatra, pada koordinat antara 05°20'0&quot;–05°40'0&quot; Lintang Utara dan 95°00'0&quot;–95°40'0&quot; Bujur Timur. Kawasan ini memiliki posisi geografis yang spesifik karena terletak di dekat ekuator serta berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di sisi barat, Laut Andaman di sebelah utara, dan Selat Malaka di sisi timur. Bagian barat–selatan wilayah ini berbatasan dengan Pegunungan Bukit Barisan. Letak geografis tersebut menyebabkan curah hujan (CH) di wilayah ini berpotensi dipengaruhi oleh sistem monsun, Dipole Mode Index (DMI), serta dinamika atmosfer–oseanografis lokal akibat aktivitas ekuatorial. Kondisi ini mendorong komunitas ilmiah mengklasifikasikan wilayah tersebut sebagai zona monsun, ekuator, dan semi-monsunal. Namun, penetapan zonasi ini umumnya didasarkan pada kecenderungan pola CH, belum didukung oleh kajian ilmiah dengan pendekatan metodologis yang komprehensif.  Penelitian terdahulu melaporkan adanya peningkatan CH sekitar 27% pada periode 2000–2019 dibandingkan 1990–1999. Namun, metode yang digunakan hanya berdasarkan perbandingan nilai rata-rata dalam interval 10 tahunan, dengan penentuan periode yang cenderung bersifat arbitrer. Oleh karena itu, hasil yang dilaporkan berpotensi mengandung bias ilmiah. Hasil-hasil tersebut belum menjawab beberapa pertanyaan utama, yaitu: (1) apakah peningkatan CH merupakan respons terhadap perubahan iklim global atau sekadar manifestasi variabilitas iklim alami yang didominasi fluktuasi musiman dan antar-tahunan akibat ketidakstabilan sistem iklim global (ENSO/DMI); (2) apakah periode analisis yang digunakan telah sesuai dengan titik perubahan (change point); dan (3) fenomena iklim global mana yang berperan signifikan dalam mengendalikan CH di regional Aceh Bagian Utara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kecenderungan jangka panjang (30 tahun) CH guna mengidentifikasi apakah perubahan yang terjadi bersifat monotonik sebagai respons terhadap kenaikan suhu global; (2) mengidentifikasi titik perubahan (change point); (3) menguji hubungan antara anomali CH di regional Aceh Bagian Utara dengan ONI dan DMI; serta (4) mengidentifikasi area berisiko terhadap bencana kekeringan dan angin kencang. Analisis kecenderungan jangka panjang dilakukan menggunakan uji Mann–Kendall. Titik perubahan dianalisis menggunakan uji Pettitt dan CUSUM. Hubungan antara anomali CH dengan ONI dan DMI diuji menggunakan korelasi Spearman. Pemetaan wilayah rawan risiko iklim ekstrem (kekeringan dan angin kencang) dilakukan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (GIS). Berdasarkan analisis yang dilakukan, curah hujan (CH) jangka panjang di regional Aceh Bagian Utara, baik pada data mentah maupun data hasil reduksi menggunakan metode 5-Year Smoothing Moving Average (5-Y SMA), tidak menunjukkan kecenderungan monotonik yang signifikan secara statistik berdasarkan uji Mann–Kendall. Kondisi ini menunjukkan bahwa variasi CH di wilayah tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan dengan perubahan iklim global yang umumnya dicirikan oleh kenaikan suhu permukaan bumi, melainkan lebih merefleksikan peningkatan yang terjadi pada periode-periode tertentu. Analisis titik perubahan mengindikasikan adanya perubahan pola CH yang bersifat abrupt, dengan tahun 2012 teridentifikasi sebagai awal perubahan. Periode 1995–2012 merupakan fase relatif kering dengan kecenderungan penurunan CH, yang kemudian diikuti fase transisi pada periode 2012–2016 menuju kondisi keseimbangan baru. Kondisi yang relatif stabil dengan kecenderungan peningkatan CH teramati pada periode 2016–2024, sehingga regional Aceh Bagian Utara berada pada kondisi yang relatif lebih basah. Analisis kecenderungan CH secara segmental pada periode kering dan periode basah juga tidak menunjukkan kecenderungan monotonik yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa dinamika CH di wilayah ini lebih didominasi oleh variabilitas iklim alami. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa anomali CH berkorelasi signifikan dengan Oceanic Niño Index (ONI), sementara hubungannya dengan Dipole Mode Index (DMI) tidak signifikan, sehingga variabilitas CH di regional Aceh Bagian Utara lebih berkaitan dengan fluktuasi suhu muka laut (SST) di Samudra Pasifik, khususnya wilayah Niño-3.4. Selain itu, wilayah ini memiliki kerentanan terhadap bencana iklim ekstrem, terutama kekeringan dan angin kencang, sehingga diperlukan perencanaan mitigasi bencana yang lebih terarah, khususnya pada periode kejadian El Niño ekstrem.&#13;
Kata Kunci: Change point, DMI, Tren Curah Hujan, ONI, Variabilitas Iklim&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715135</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 08:12:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 09:35:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>