<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715087">
 <titleInfo>
  <title>UJI FORMULASI DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN KITIN PADA TEPUNG JAGUNG DAN TALEK UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN BIOFUNGISIDA TRICHODERMA HARZIANUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitria Farrah Nurrahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan fungisida sintetis dalam pengendalian penyakit tanaman dapat &#13;
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memicu resistensi patogen. &#13;
Oleh karena itu, biofungisida berbasis Trichoderma harzianum menjadi alternatif yang &#13;
lebih ramah lingkungan. Namun, pemanfaatannya masih terkendala oleh rendahnya &#13;
daya simpan akibat penurunan viabilitas konidia selama penyimpanan. Formulasi padat &#13;
dengan bahan pembawa tepung jagung dan talek memerlukan bahan tambahan seperti &#13;
gliserol 9% dan kitin 2% untuk memperpanjang masa simpan biofungisida, sehingga &#13;
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan gliserol dan kitin dalam &#13;
mempertahankan daya simpan biofungisida Trichoderma harzianum. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan, &#13;
Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman, dan di Laboratorium Ilmu Hama &#13;
Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada bulan &#13;
Oktober 2024 hingga Juni 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap &#13;
(RAL) non-faktorial dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji &#13;
meliputi: P0 = tepung jagung tanpa gliserol dan kitin; P1 = tepung jagung + gliserol &#13;
9%; P2 = tepung jagung + kitin 2%; P3 = tepung jagung + kombinasi gliserol dan kitin; &#13;
P4 = talek tanpa gliserol dan kitin; P5 = talek + gliserol 9%; P6 = talek + kitin 2%; dan &#13;
P7 = talek + kombinasi gliserol dan kitin. Formulasi biofungisida disimpan pada suhu &#13;
ruang dalam plastik ziplock selama dua bulan. Parameter yang diamati meliputi jumlah &#13;
konidia T. harzianum, jumlah koloni (CFU), dan kadar air biofungisida. Data yang &#13;
diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), dan parameter yang &#13;
terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji duncan multiple range test &#13;
(DMRT) pada taraf 5%. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah konidia Trichoderma harzianum &#13;
mengalami penurunan selama 2 bulan penyimpanan pada seluruh perlakuan. Pada &#13;
parameter jumlah konidia, perlakuan terbaik ada pada P0= tepung jagung tanpa gliserol &#13;
dan kitin dengan rata-rata jumlah konidia 7,4 pada pengamatan 0 bulan. Pada &#13;
parameter jumlah koloni, perlakuan P0, P2, P4, P5, dan P7 menunjukkan pola fluktuasi &#13;
dan perlakuan P1, P3, P6 mengalami penurunan dengan hasil uji statistik yang tidak &#13;
berpengaruh nyata. Pada parameter kadar air biofungisida, sebagian besar perlakuan &#13;
menunjukkan kestabilan kadar air yaitu sebanyak 0,4% selama penyimpanan 2 bulan. &#13;
Namun pada bulan pertama penyimpanan, tepatnya pada perlakuan P4 dan P7 terjadi &#13;
kenaikan kadar air yaitu sebanyak 0,6%. Hal serupa juga terjadi pada bulan kedua &#13;
penyimpanan, pada perlakuan P3. Kenaikan kadar air ini diduga disebabkan oleh sifat &#13;
dasar tepung jagung dan talek itu sendiri serta reaksi dari penambahan dua bahan aditif &#13;
(gliserol 9% dan kitin 2%) sekaligus. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan gliserol dan &#13;
kitin, baik secara tunggal maupun kombinasi, belum mampu memperpanjang daya &#13;
simpan biofungisida Trichoderma harzianum hingga dua bulan penyimpanan. Namun, &#13;
gliserol menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menjaga sel dari kerusakan akibat &#13;
penyimpanan dibandingkan kitin, sementara talek lebih stabil sebagai bahan pembawa &#13;
selama penyimpanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715087</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 17:38:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 09:17:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>