<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715085">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI KONSENTRASI DAN TEMPERATUR TERHADAP EFISIENSI EKSTRAK TUMBUHAN TEMIKI (MELASTOMA CANDIDUM) SEBAGAI INHIBITOR BAJA KARBON DALAM MEDIUM NACL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALI IMRAN BERUTU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Korosi merupakan kerusakan material logam akibat reaksi kimia atau elektrokimia &#13;
dengan lingkungan yang menimbulkan kerugian ekonomi signifikan, sehingga &#13;
diperlukan metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan melalui &#13;
penggunaan inhibitor alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis &#13;
kemampuan ekstrak daun temiki (Melastoma candidum) sebagai inhibitor organik &#13;
dalam menghambat laju korosi baja karbon dalam medium NaCl 3,5% dengan &#13;
meninjau pengaruh variasi konsentrasi (0, 200, 400, 600, 800, dan 1000 ppm) dan &#13;
temperatur (25, 35, 45, dan 55°C). Hasil karakterisasi Fourier Transfer Infrared &#13;
Spectroscopy (FTIR) mengkonfirmasi keberadaan gugus fungsi hidroksil, karbonil, &#13;
dan aromatik yang berasal dari senyawa aktif tanin, saponin, dan fenolik yang &#13;
berperan dalam pembentukan lapisan pelindung pada permukaan logam. &#13;
Berdasarkan pengujian kehilangan berat (weight loss), efisiensi inhibitor &#13;
menunjukkan nilai optimal pada rentang waktu menengah dengan efisiensi tertinggi &#13;
mencapai 88,24% pada konsentrasi 1000 ppm setelah perendaman 216 jam. &#13;
Sementara itu, hasil potensiodinamik polarisasi (PDP) menunjukkan efisiensi &#13;
tertinggi sebesar 83,88% pada konsentrasi 1000 ppm dan mengklasifikasikan &#13;
ekstrak ini sebagai inhibitor tipe campuran (mixed-type inhibitor) karena &#13;
pergerakan Ecorr berada di bawah ambang batas 85 mV. Analisis isoterm adsorpsi &#13;
menunjukkan mekanisme inhibisi paling sesuai dengan model isotherm Frumkin &#13;
(R2 = 0,97) dengan nilai energi bebas Gibbs (ΔGads) sebesar -19,57 kJ/mol yang &#13;
mengindikasikan proses adsorpsi berlangsung secara spontan melalui fisisorpsi, &#13;
oleh gaya-gaya lemah seperti ikatan hidrogen dan interaksi van der waals. Analisis &#13;
morfologi melalui Scanning Electron Microscopy (SEM) membuktikan secara &#13;
visual bahwa penambahan inhibitor mampu membentuk lapisan pelindung merata &#13;
yang melindungi permukaan baja dari serangan ion klorida.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715085</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 17:36:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 08:39:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>