<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715063">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI RAHMAWATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disparitas pidana merupakan perbedaan penjatuhan pidana terhadap perkara yang memiliki pola fakta hukum relatif serupa. Dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), perbedaan tersebut dapat menimbulkan persoalan mengenai kepastian hukum dan rasa keadilan. Pada Pengadilan Negeri Banda Aceh terdapat dua putusan dengan karakteristik perkara yang sejenis, yaitu Putusan Nomor 343/Pid.B/2019/PN Bna yang dijatuhkan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan dan Putusan Nomor 89/Pid.B/2023/PN Bna dijatuhkan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun, sehingga menunjukkan adanya perbedaan pemidanaan yang signifikan.&#13;
	&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pertimbangan hakim dalam kedua putusan tersebut, menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya disparitas pidana, serta menjelaskan upaya untuk mengatasi disparitas dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan.&#13;
	&#13;
Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan putusan pengadilan, serta penelitian lapangan melalui wawancara dengan hakim, jaksa, advokat, dan akademisi.&#13;
	&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penjatuhan pidana oleh hakim disebabkan oleh perbedaan penilaian terhadap fakta-fakta persidangan, baik yang bersifat yuridis maupun non-yuridis, seperti tingkat kesalahan terdakwa, keadaan yang memberatkan dan meringankan, serta latar belakang dan dampak perbuatan. Kondisi tersebut memberikan ruang diskresi kepada hakim sehingga berpotensi menimbulkan disparitas pidana.&#13;
	&#13;
Disarankan agar aparat penegak hukum lebih mengedepankan konsistensi dan proporsionalitas dalam menjatuhkan pidana serta perlunya penyusunan pedoman pemidanaan yang lebih terstruktur guna mewujudkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 16:24:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 16:56:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>