<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715043">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MENGENAI UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNISA KAFUR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena ujaran kebencian &#13;
(hate speech) di media sosial yang memengaruhi interaksi komunikasi digital di &#13;
kalangan mahasiswa. Media sosial tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi &#13;
juga sarana penyebaran opini yang berpotensi mengandung unsur ofensif, &#13;
diskriminatif, dan ambigu. Kondisi ini memunculkan beragam persepsi, terutama &#13;
dalam membedakan antara kritik dan ujaran kebencian. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk menganalisis persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah &#13;
Kuala terhadap ujaran kebencian di media sosial, serta memahami posisi &#13;
mahasiswa sebagai pelaku, korban, dan penonton dalam interaksi digital. &#13;
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode &#13;
wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposive &#13;
sampling. Analisis data menggunakan Social Judgment Theory untuk &#13;
mengkategorikan persepsi mahasiswa ke dalam tiga posisi, yaitu penerimaan, &#13;
penolakan, &#13;
dan &#13;
ketidakberpihakan &#13;
(non-commitment). Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa cenderung menolak ujaran &#13;
kebencian karena dianggap melanggar etika komunikasi. Namun, terdapat &#13;
penerimaan terhadap bentuk kritik yang tidak menyerang identitas individu atau &#13;
kelompok. Selain itu, sikap netral muncul pada konten yang bersifat ambigu dan &#13;
tidak memiliki konteks yang jelas, sehingga memunculkan multitafsir di kalangan &#13;
mahasiswa. Mayoritas mahasiswa juga lebih sering berada pada posisi sebagai &#13;
penonton dalam interaksi digital. Literasi digital berperan penting dalam &#13;
membentuk kemampuan mahasiswa untuk menilai dan menyikapi konten secara &#13;
kritis. Dengan demikian, persepsi mahasiswa terhadap ujaran kebencian &#13;
dipengaruhi oleh pengalaman, konteks pesan, serta tingkat literasi digital dalam &#13;
memahami batas antara kebebasan berekspresi dan ujaran kebencian. &#13;
Kata Kunci: Ujaran Kebencian, Persepsi Mahasiswa, Media Sosial, Social &#13;
Judgment Theory, Literasi Digital</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715043</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 15:56:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 16:27:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>