<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715027">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENCAMPURAN ABU SABUT KELAPA TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AISYA ZAKIA SAFIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stabilitas struktur tanah sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan. Tanah lempung memiliki sifat yang tidak tetap dalam menahan beban, sehingga sering kali menjadi hambatan dalam pembangunan proyek konstruksi. Hal ini menyebabkan penurunan kemampuan tanah untuk mendukung beban dan mempertahankan kestabilannya. Tanah lempung memiliki nilai kohesi yang tinggi dan sudut geser dalam yang rendah, kedua parameter ini merupakan faktor utama yang menentukan daya tahan tanah terhadap geser. Penelitian ini bertujuan untuk menstabilisasi tanah dengan menganalisis pengaruh pencampuran abu sabut kelapa terhadap parameter kuat geser tanah lempung, yaitu sudut geser (φ) dan kohesi (c). Penelitian ini menguji sampel tanah lempung yang diambil dari Desa Limpok, Kabupaten Aceh Besar dengan variasi penambahan abu sabut kelapa (ASKe) dari Desa Sibreh, Kabupaten Aceh Besar sebesar 0%, 3%, 7%, dan 10% terhadap berat kering tanah. Pengujian yang dilakukan di laboratorium meliputi analisis sifat fisis tanah berupa batas Atterberg, analisis saringan, serta uji berat jenis untuk menentukan klasifikasi tanah asli. Pengujian sifat mekanis berupa uji pemadatan proctor standard dan uji kuat geser langsung (direct shear) pada tanah asli dan dengan campuran ASKe. Diperoleh nilai OMC dan MDD yang cenderung meningkat seiring bertambahnya persentase ASKe, namun nilai OMC menurun pada campuran 10% ASKe. Berdasarkan uji direct shear nilai kohesi cenderung menurun sebesar 55% dari 1,352 kg/cm2 menjadi 0,605 kg/cm2, lalu naik pada variasi campuran 10% sebesar 28% dari 0,605 kg/cm2 menjadi 0.780 kg/cm2 . Sebaliknya, nilai sudut geser meningkat 217% dari 5,68° menjadi 18,03°, kemudian menurun pada variasi campuran 10% sebesar 15% dari 18,03° menjadi 15,32°. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan abu sabut kelapa memberikan pengaruh terhadap parameter kuat geser tanah lempung, khususnya meningkatkan nilai sudut geser dalam, sehingga material ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam stabilisasi tanah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 15:37:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 15:44:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>