<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715021">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN BODY SHAMING BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIRI AMALIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Body shaming merupakan pengalaman emosional yang berfokus kepada diri sendiri yang muncul ketika individu merasa malu terhadap kondisi fisiknya akibat penilaian sosial. Body shaming melibatkan interaksi antara perasaan, kognisi, dan kecenderungan perilaku seperti menyembunyikan diri atau menghindari situasi sosial. Body shaming tidak hanya terjadi didunia nyata namun juga di media sosial. Media sosial yang bersifat anonimitas dan jangkauan luas sehingga mempermudah terjadinya body shaming. Body shaming pada remaja dapat mengakibatkan citra tubuh negatif, harga diri rendah, menurunnya rasa percaya diri, gangguan makan, perasaan malu, marah, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan body shaming berdasarkan jenis kelamin pada remaja pengguna media sosial di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif.  Responden pada penelitian ini remaja pengguna media sosial di Aceh dengan total 353, dengan rincian laki-laki 175 dan perempuan 178 yang diambil dengan teknik incidental sampling. Alat ukur pada penelitian ini merupakan alat ukur body shaming di media sosial yang disusun oleh peneliti dengan menggunakan teori body shame Gilbert dan Miles. Analisis data menggunakan teknik parametrik Independent Sample T-test dengan bantuan software IBM SPSS Statistics versi 20 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan body shaming berdasarkan jenis kelamin pada remaja pengguna media sosial di Aceh (Sig 0,565; p &gt; 0,05).&#13;
&#13;
Kata kunci: Aceh, body shaming, media sosial, remaja laki-laki, remaja perempuan &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715021</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 15:25:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 15:42:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>