<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714965">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI DOKTER DENGAN PASIEN STROK RUMAH SAKIT UMUM PIDIE JAYA TAHUN 2025</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAYA JULFI SHABIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Strok merupakan kondisi yang dapat menyebabkan gangguan fisik dan kognitif sehingga mempengaruhi kemampuan pasien dalam memahami informasi selama proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antara dokter dan pasien strok berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan terhadap pasien strok dan dokter yang terlibat dalam proses perawatan, sedangkan observasi dilakukan pada saat interaksi komunikasi antara dokter dan pasien di ruang pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter berupaya menyesuaikan komunikasi dengan menggunakan bahasa sederhana serta isyarat nonverbal. Interaksi antara dokter dan pasien yang terjadi cenderung berlangsung singkat dan lebih berfokus pada tindakan medis. Komunikasi juga masih didominasi oleh dokter sehingga keterlibatan pasien dalam proses komunikasi menjadi terbatas. Pasien merasa cukup nyaman selama proses komunikasi berlangsung, tetapi belum sepenuhnya memahami informasi terkait pengobatan dan tindak lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antara dokter dan pasien strok perlu ditingkatkan agar lebih interaktif dan berpusat pada pasien. Hal ini penting untuk membantu pasien memahami kondisi yang dialami serta mendukung keterlibatan pasien dalam proses perawatan. &#13;
Kata kunci: strok, komunikasi dokter-pasien, komunikasi kesehatan, dan tingkat pemahaman pasien</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STROKE (DISORDER) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714965</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 12:01:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 15:35:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>