<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714951">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN STRATEGI MANAJEMEN RISIKO USAHATANI BAWANG MERAH DI ACEH:</title>
  <subTitle>BERDASARKAN KARAKTERISTIK WILAYAH DAN KARAKTERISTIK PETANI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAKIA BALQIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Usahatani bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian petani serta pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Meskipun demikian, kegiatan usahatani bawang merah dihadapkan pada berbagai bentuk risiko, baik risiko produksi, risiko harga, maupun risiko kelembagaan, yang dapat memengaruhi tingkat pendapatan dan keberlanjutan usaha tani. Risiko produksi seperti perubahan iklim, ketidakpastian curah hujan, serta serangan hama dan penyakit sering kali menjadi kendala utama, sementara fluktuasi harga dan keterbatasan akses pasar menyebabkan ketidakpastian pendapatan petani. Selain itu, perbedaan kondisi agroekologi antara wilayah dataran tinggi dan dataran rendah turut memengaruhi pola budidaya serta strategi pengelolaan risiko yang diterapkan oleh petani bawang merah. Oleh karena itu, diperlukan upaya manajemen risiko yang tepat dan sesuai dengan karakteristik wilayah guna meminimalkan dampak kerugian yang mungkin terjadi.&#13;
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi manajemen risiko usahatani bawang merah serta membandingkan perbedaannya antara wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah dan dataran rendah Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian ini juga mengkaji pengaruh karakteristik demografis petani terhadap penerapan strategi manajemen risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dan komparatif dengan teknik purposive sampling terhadap 50 petani bawang merah, yang masing-masing terdiri dari 25 petani di Kabupaten Bener Meriah dan 25 petani di Kabupaten Pidie. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui perbedaan penerapan strategi manajemen risiko antara kedua wilayah penelitian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani bawang merah cenderung lebih banyak menerapkan strategi manajemen risiko pada aspek produksi, seperti penggunaan teknologi pengairan dan rotasi tanaman, dibandingkan dengan strategi pada aspek pascapanen, pengolahan hasil, kelembagaan, serta pemasaran, yang penerapannya masih tergolong rendah. Hasil uji Chi-Square mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan pada penerapan teknologi pengairan antara petani di dataran tinggi dan dataran rendah, sedangkan pada strategi manajemen risiko lainnya tidak ditemukan perbedaan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kondisi agroekologi berpengaruh terhadap penerapan strategi tertentu, namun keterbatasan modal, akses teknologi, dan dukungan kelembagaan masih menjadi kendala utama dalam penerapan manajemen risiko secara komprehensif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi petani dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung peningkatan efektivitas manajemen risiko usahatani bawang merah secara berkelanjutan di Provinsi Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RISK MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SHALLOTS - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FARMING</topic>
 </subject>
 <classification>635.26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714951</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 11:39:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 09:39:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>