<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714929">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS WACANA DIGITALISASI PENGGUNAAN HAK PILIH PILKADA MELALUI E-VOTING DALAM DINAMIKA RUANG PUBLIK DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Digitalisasi pemilu telah menjadi wacana yang dibicarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas demokrasi di era modern, termasuk dalam penyelenggaraan pilkada. Beragam persoalan yang timbul akibat dari sistem konvensional seperti rendahnya partisipasi pemilih, tingginya angka golput, keterbatasan mobilitas pemilih, serta tidak efisiennya biaya dan waktu perhitungan suara, mendorong perlu adanya inovasi, salah satunya melalui wacana sistem e-voting. Kota Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan, yang mengarah kepada pengembangan smart city memiliki karakteristik ruang publik dinamis dan relatif adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peluang dan tantangan penerapan wacana e-voting untuk penyelenggaraan hak pilih pilkada dalam dinamika ruang publik Kota Banda Aceh serta mengkaji implikasinya terhadap kualitas demokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Perspektif teoritis yang digunakan adalah teori ruang publik Jurgen Habermas dengan fokus pada prinsip kesetaraan, rasionalitas, dan inklusivitas serta rasio komunikatif dalam pembentukan wacana publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik Kota Banda Aceh memiliki peluang yang cukup memadai dan siap untuk penyelenggaraan hak pilih pilkada melalui e-voting. Penerapan e-voting tentunya akan meningkatkan partisipasi pemilih, efisiensi penyelenggaraan, serta transparansi pemilu. Namun ada beberapa tantangan dari segi kesiapan regulasi, keamanan sistem, kesenjangan literasi digital, dan kepercayaan publik terhadap teknologi serta pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan wacana e-voting dalam ruang publik Kota Banda Aceh dapat memberi implikasi yang baik terhadap kualitas demokrasi apabila mendapatkan dukungan regulasi yang komprehensif serta sosialiasi dan edukasi publik yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, disarankan agar penerapan e-voting di masa depan dilakukan secara bertahap melalui uji terbatas dengan pengawasan publik yang kuat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714929</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 10:32:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 10:49:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>