PERBEDAAN BODY SHAMING BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBEDAAN BODY SHAMING BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI ACEH


Pengarang

RIRI AMALIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Kartika Sari - 197910192009122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2107101130068

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Body shaming merupakan pengalaman emosional yang berfokus kepada diri sendiri yang muncul ketika individu merasa malu terhadap kondisi fisiknya akibat penilaian sosial. Body shaming melibatkan interaksi antara perasaan, kognisi, dan kecenderungan perilaku seperti menyembunyikan diri atau menghindari situasi sosial. Body shaming tidak hanya terjadi didunia nyata namun juga di media sosial. Media sosial yang bersifat anonimitas dan jangkauan luas sehingga mempermudah terjadinya body shaming. Body shaming pada remaja dapat mengakibatkan citra tubuh negatif, harga diri rendah, menurunnya rasa percaya diri, gangguan makan, perasaan malu, marah, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan body shaming berdasarkan jenis kelamin pada remaja pengguna media sosial di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Responden pada penelitian ini remaja pengguna media sosial di Aceh dengan total 353, dengan rincian laki-laki 175 dan perempuan 178 yang diambil dengan teknik incidental sampling. Alat ukur pada penelitian ini merupakan alat ukur body shaming di media sosial yang disusun oleh peneliti dengan menggunakan teori body shame Gilbert dan Miles. Analisis data menggunakan teknik parametrik Independent Sample T-test dengan bantuan software IBM SPSS Statistics versi 20 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan body shaming berdasarkan jenis kelamin pada remaja pengguna media sosial di Aceh (Sig 0,565; p > 0,05).

Kata kunci: Aceh, body shaming, media sosial, remaja laki-laki, remaja perempuan

of their physical condition due to social evaluation. It involves an interaction between feelings, cognitions, and behavioral tendencies, such as self-concealment or the avoidance of social situations. Body shaming occurs not only in the real world but also on social media, where anonymity and broad reach facilitate such behavior. In adolescents, body shaming can lead to negative body image, low self-esteem, decreased self-confidence, eating disorders, and feelings of shame, anger, anxiety, and depression. This study aims to determine the differences in body shaming based on gender among adolescent social media users in Aceh. This research employs a quantitative method with a comparative design. The respondents consisted of 353 adolescent social media users in Aceh (175 males and 178 females), selected using an incidental sampling technique. The measurement instrument used was a social media body shaming scale developed by the researcher, based on the body shame theory by Gilbert and Miles. Data analysis was conducted using the parametric Independent Sample T-test technique via IBM SPSS Statistics Version 20 for Windows. The results indicated that there is no significant difference in body shaming experienced by male and female adolescent social media users in Aceh (Sig 0.565; p > 0.05). Keyword: Aceh, Body shaming, social media, adolescent boys, adolescent girls.

Citation



    SERVICES DESK