KESESUAIAN KUESIONER EATING ASSESSMENT TOOL 10 (EAT-10) DAN FLEXIBLE ENDOSCOPIC EVALUATION OF SWALLOWING (FEES) TERHADAP DISFAGIA PADA PASIEN PASCA KEMOTERAPI KANKER KEPALA LEHER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KESESUAIAN KUESIONER EATING ASSESSMENT TOOL 10 (EAT-10) DAN FLEXIBLE ENDOSCOPIC EVALUATION OF SWALLOWING (FEES) TERHADAP DISFAGIA PADA PASIEN PASCA KEMOTERAPI KANKER KEPALA LEHER


Pengarang

Teuku Ahmad Hasany - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iskandar Zulkarnain - 197707072021011101 - Dosen Pembimbing I
Benny Kurnia - 196311241996011001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2107601070010

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kesehatan THT-KL / PDDIKTI : 11705

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Kanker kepala dan leher merupakan kanker ketujuh tersering di dunia, dan disfagia menjadi salah satu komplikasi yang paling sering muncul serta berdampak besar pada kualitas hidup pasien. Kondisi ini menegaskan pentingnya penggunaan kuesioner skrining yang tepat untuk mengidentifikasi pasien berisiko tinggi mengalami disfagia.
Tujuan: Untuk menilai kesesuaian penilaian disfagia berdasarkan Eating Assessment Tool 10 (EAT-10) dan Flexible Endoscopic Evaluation Of Swallowing (FEES) pada pasien kanker kepala dan leher di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Metode: Penelitian analitik obervasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik total sampling pada pasien kanker kepala dan leher yang menjalani rawat inap di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Juli 2025 hingga September 2025. Diagnosis disfagia ditegakkan dengan penilaian Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) menggunakan skor Pooling Score of Residue (P-Score).
Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara disfagia yang dinilai dengan skor EAT-10 dan skor PAS (p=0,002). EAT-10 merupakan modalitas yang baik dalam mendeteksi disfagia (area under curve (AUC) 1. Nilai ambang 3 menunjukkan sensitivitas 100,0% and spesifisitas 50,0%. Namun nilai ambang 4 dapat meningkatkan spesifisitas hingga 100% dengan sensitivitas 100,0%. Nilai kappa menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian yang baik antara skor EAT-10 dan PAS berdasarkan FEES dalam mendiagnosis disfagia pada pasien kanker kepala dan leher.
Kesimpulan: Kuesioner EAT-10 merupakan modalitas skrining yang baik dan menunjukkan kesesuaian yang baik dalam mendiagnosis disfagia pada pasien kanker kepala dan leher berdasarkan pemeriksaan FEES. Nilai ambang dengan sensitivitas dan spesifisitas yang paling unggul dalam mendiagnosis disfagia pada pasien kanker kepala dan leher adalah 4.

Kata Kunci: Kanker Kepala dan Leher, EAT-10, P-Score, FEES

Background: Head and neck cancer is the seventh most common malignancy worldwide. Dysphagia is one of its most frequent complications, significantly impacting patients’ quality of life. This condition underscores the importance of using appropriate screening questionnaires to identify patients at high risk of developing dysphagia. Objective: To assess the concordance of dysphagia evaluation using the Eating Assessment Tool–10 (EAT-10) and Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) in patients with head and neck cancer at Dr. Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh. Methods: This was an analytical observational study with a cross-sectional design. Samples were obtained using a total sampling technique from hospitalized head and neck cancer patients at Dr. Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh, between July 2025 and September 2025. Dysphagia was diagnosed using FEES and scored with the Penetration–Aspiration Scale (PAS). Results: The study demonstrated a significant association between dysphagia assessed by the EAT-10 score and the PAS score (p = 0.002). EAT-10 showed good diagnostic ability for detecting dysphagia, with an area under the curve (AUC) of 1. A cutoff score of 3 yielded a sensitivity of 100.0% and a specificity of 50.0%. However, a cutoff score of 4 improved specificity to 100% while maintaining a sensitivity of 100.0%. The kappa value indicated good agreement between the EAT-10 and PAS scores based on FEES for diagnosing dysphagia in patients with head and neck cancer. Conclusion: The EAT-10 questionnaire is a reliable screening modality and demonstrates good concordance with FEES in diagnosing dysphagia in patients with head and neck cancer. A cutoff score of 4 provides the optimal balance of sensitivity and specificity for diagnosing dysphagia in this population. Keywords: Head and Neck Cancer, EAT-10, P-Score, FEES

Citation



    SERVICES DESK