<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714861">
 <titleInfo>
  <title>FOODSTAGRAM SEBAGAI BENTUK PRESENTASI DIRI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI SYAHRANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Instagram menjadi salah satu media sosial yang digunakan oleh penggunanya untuk membangun citra diri sesuai dengan keinginannya, salah satunya melalui fenomena foodstagram, yaitu unggahan foto atau video makanan di Instagram. Foodstagram tidak hanya sebagai sarana dokumentasi kuliner, namun dapat menjadi sarana dalam membentuk citra diri yang akan dipersepsikan oleh pengikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana foodstagram digunakan sebagai bentuk presentasi diri pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan teori Dramaturgi dari Erving Goffman. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, dan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan enam informan, yang terdiri dari tiga informan foodstagram dan tiga informan followers. Dokumentasi unggahan foodstagram dari masing-masing informan foodstagram di Instagram juga dianalisis untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan melakukan foodstagram secara terencana sebagai upaya dalam membangun kesan diri di Instagram sebagai individu yang aesthetic, mengikuti tren serta memiliki kemampuan finansial yang memadai. Dari lima strategi presentasi diri, hanya tiga strategi yang ditemukan, yaitu self promotion yang ditunjukkan melalui kemampuan memotret makanan serta sebagai food enthusiast. Kemudian exemplification yang ditunjukkan sebagai pribadi yang dapat merekomendasikan makanan serta panutan dalam menghasilkan tampilan foto yang menarik. Terakhir, ingratiation, yang ditunjukkan melalui unggahan foto yang tren dan penggunaan caption yang menarik. Sedangkan strategi intimidation dan supplication tidak digunakan oleh informan karena dianggap dapat merusak citra diri yang telah dibangun. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan foodstagram sebagai front stage dalam teori dramaturgi memungkinkan mahasiswa untuk menampilkan citra diri yang diinginkan di hadapan audiens, sedangkan backstage tetap disembunyikan untuk tidak terlihat audiens. Adanya fenomena foodstagram menegaskan bahwa media sosial terutama Instagram, berperan penting dalam membentuk presentasi diri bagi mahasiswa di dunia digital.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Foodstagram, Presentasi Diri, Instagram, Dramaturi, Mahasiswa&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714861</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 17:44:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 09:19:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>