<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714833">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN BIOPOLIMER XANTHAN GUM TERHADAP PARAMETER RNKUAT GESER TANAH LANAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAYLA SAFA ZAYYAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi dalam bidang geoteknik menuntut adanya inovasi metode stabilisasi tanah, khususnya pada tanah lanau yang umumnya memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, serta sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan kadar air. Kondisi tersebut menyebabkan tanah lanau sering menimbulkan permasalahan dalam konstruksi, seperti penurunan, deformasi, hingga potensi keruntuhan. Selama ini, metode stabilisasi tanah banyak menggunakan semen, namun penggunaannya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan stabilisasi yang lebih ramah lingkungan, yaitu Xanthan Gum (XG) yang dihasilkan melalui proses fermentasi gula dengan bakteri Xanthomonas Campestris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencampuran biopolimer XG sebagai bahan stabilisasi alternatif terhadap parameter kuat geser tanah lanau, yaitu kohesi (c) dan sudut geser (ϕ). Sampel tanah lanau diambil dari Desa Bira Cot, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, dengan variasi kadar pencampuran XG sebesar 0%, 1%, 2%, dan 4%. Metode penelitian dilakukan melalui serangkaian pengujian laboratorium yang meliputi pengujian sifat fisis tanah, uji pemadatan, serta uji geser langsung yang dilaksanakan sesuai Standar Nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran XG memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kuat geser tanah lanau, ditandai dengan meningkatnya nilai kohesi seiring bertambahnya kadar XG, meskipun diikuti oleh penurunan nilai sudut geser. Peningkatan kohesi dari 0,145 kg/cm2 hingga 0,201 kg/cm2 menunjukkan terbentuknya ikatan antar partikel tanah akibat sifat hidrofilik dan kemampuan XG dalam memperkuat interaksi antar butiran tanah. Perubahan tersebut mengindikasikan bahwa kekuatan tanah pasca-stabilisasi lebih didominasi oleh komponen yang bersifat kohesif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa XG berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah lanau yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif solusi stabilisasi tanah yang berkelanjutan dalam bidang konstruksi geoteknik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 16:37:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 09:01:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>