<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714825">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN MIKROSKOPIS USUS HALUS TIKUS PUTIH (SPRAGUE DAWLEY) MODEL TUMOR KULIT YANG DIBERIKAN EKSTRAK ETANOL DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII)RNSELAMA 30 HARI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIANDRA KHAIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun kari merupakan tanaman yang mudah diperoleh dan populer digunakan sebagai obat herbal. Daun kari (Murraya koenigii) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan steroid yang diketahui berpotensi sebagai antitumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mikroskopis usus halus: duodenum, jejunum dan ileum tikus putih (Sprague dawley) model tumor kulit setelah diberikan ekstrak etanol daun kari (Murraya koenigii) selama 30 hari. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan 12 ekor tikus Sprague dawley jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan (setiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus). Kelompok kontrol negatif (P0), kelompok tikus model tumor kulit tanpa diberikan terapi (P1), tikus model tumor kulit yang diterapi dengan ekstrak etanol daun kari dosis 200 mg/kg BB (P2) dan 300 mg/kg BB (P3) selama 30 hari. Pada hari ke-31, tikus dieutanasia dan dikoleksi sampel organ usus halus, kemudian dibuat preparat histologi yang diwarnai dengan hematoksilin dan eosin (HE) untuk selanjutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. Pengamatan mikroskopis pada lesi patologis berupa kongesti, hemoragi, infiltrasi sel radang dan deskuamasi epitel pada usus halus: duodenum, jejunum dan ileum tikus Sprague dawley model tumor kulit. Hasil pengamatan memperlihatkan pada kelompok P1 ditemukan lesi kongesti, hemoragi, infiltrasi sel radang limfosit dan deskuamasi epitel dengan kategori ringan. Kelompok P2 dan P3 ditemukan lesi yang sama berupa kongesti, hemoragi dan deskuamasi epitel dengan kategori ringan, sedangkan infiltrasi sel radang limfosit dengan kategori ringan dan sedang. Hasil pengamatan mikroskopis juga memperlihatkan hiperplasia dan hipertrofi sel goblet pada mukosa usus halus pada kelompok P1, P2 dan P3. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pada dosis 200 mg/kg dan 300 mg/kg selama 30 hari ekstrak daun kari aman digunakan sebagai obat herbal anti tumor.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 16:25:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-21 08:51:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>