<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714755">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN DESIGN TERHADAP KANDUNGAN FLAVONOID TOTAL SEBAGAI ANTIOKSIDAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nazua Sasi Kirana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Biji pala (Myristica fragrans Houtt.) dikenal sebagai salah satu tanaman khas Aceh yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami karena kandungan senyawa flavonoid yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi ekstraksi yang optimal terhadap senyawa flavonoid biji pala melalui metode sokletasi menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Box–Behnken Design (BBD), serta menguji aktivitas antioksidan ekstrak menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Tiga variabel kondisi ekstraksi yang dioptimasi meliputi konsentrasi etanol (70%, 80% dan 90%), waktu ekstraksi (60 menit, 120 menit, dan 180 menit), dan rasio bahan terhadap pelarut (1:5, 1:10, dan 1:15). Penapisan fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pala mengandung alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin, dan tanin. Hasil analisis menunjukkan bahwa model kuadratik bersifat signifikan (p &lt; 0,05) dalam memprediksi TFC dan randemen dengan nilai lack of fit yang tidak signifikan (p &gt; 0,05), sehingga model dinilai mampu merepresentasikan hubungan antarvariabel dan respons secara memadai. Kondisi ekstraksi optimum untuk mendapatkan nilai TFC tertinggi diperoleh pada konsentrasi etanol 80%, waktu ekstraksi 120 menit, dan rasio simplisia terhadap pelarut yaitu 1:10 dengan kadar total flavonoid 3,028 gQE/100g. Sementara itu, nilai rendemen tertinggi dalam rentang percobaan diperoleh pada konsentrasi etanol 90%, waktu ekstraksi 120 menit, dan rasio bahan terhadap pelarut 1:15 dengan nilai randemen 24,5%. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak dengan kadar flavonoid tertinggi memiliki nilai IC₅₀ sebesar 17,737 µg/mL (AAI 2,819; kategori sangat kuat), sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi justru diperoleh pada ekstrak dengan kadar flavonoid terendah, yaitu IC₅₀ 7,847 µg/mL (AAI 6,372; kategori sangat kuat). Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang tidak linear antara kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu jenis senyawa flavonoid, struktur kimia flavonoid, dan interaksi antar senyawa bioaktif dalam ekstrak.&#13;
&#13;
Kata kunci: biji pala; sokletasi; Respon Surface Metodology; Box-Behnken Design: kadar total flavonoid; randemen; aktivitas antioksidan; DPPH.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714755</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 11:38:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 12:21:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>