<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714713">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI SUHU KALSINASI PASIR DIATOMAE SELAMA 4 JAM TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEGAR SETIAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasir diatomae merupakan material alami yang memiliki kandungan silika tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pozzolan alternatif dalam campuran mortar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu kalsinasi pasir diatomae selama 4 jam terhadap workability dan kuat tekan mortar, serta menentukan suhu kalsinasi yang paling optimum. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan satu campuran kontrol dan tiga campuran substitusi pasir diatomae sebesar 10% terhadap berat semen yang dikalsinasi pada suhu 400°C, 600°C, dan 800°C. Pengujian yang dilakukan meliputi flow table test dan uji kuat tekan pada umur 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari menggunakan benda uji kubus berukuran 50 mm × 50 mm × 50 mm. Data kuat tekan dianalisis secara deskriptif, analisis varian dua arah, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai flow berada pada kisaran 15,75% hingga 18,25%, sehingga seluruh campuran masih memiliki tingkat kelecakan yang relatif serupa. Nilai kuat tekan meningkat seiring bertambahnya umur pengujian dan kenaikan suhu kalsinasi, dengan kuat tekan tertinggi diperoleh pada mortar dengan diatomae hasil kalsinasi 800°C pada umur 28 hari, kuat tekan meningkat 30,2% dari benda uji kontrol. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa variasi suhu kalsinasi, umur pengujian, dan interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap kuat tekan mortar, sedangkan hasil regresi menunjukkan bahwa suhu kalsinasi dan umur mortar memiliki hubungan positif terhadap kuat tekan. Dengan demikian, kalsinasi pasir diatomae pada suhu 800°C umur 28 hari selama 4 jam merupakan kondisi yang paling optimum untuk meningkatkan kuat tekan mortar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714713</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 10:45:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 10:50:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>