<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714711">
 <titleInfo>
  <title>MIXED MATRIX MEMBRANE ADSORBERS (MMMAS) SELULOSA ASETAT- NANOPARTIKEL BESI OKSIDA UNTUK PENGHILANGAN UREA DALAM AIR LIMBAH DIALISAT SIMULASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizqa Afdhila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mixed Matrix Membrane Adsorbers (MMMAs) berbasis selulosa asetat yang dimodifikasi dengan nanopartikel besi oksida (MMMAs SA-NPs Fe₂O₃) telah disintesis dan diaplikasikan untuk penghilangan urea dalam air limbah dialisat simulasi. NPs Fe₂O disintesis dari pasir besi dengan metode ekstraksi menggunakan asam klorida dan presipitasi menggunakan ammonium hidroksida.  Hasil karakterisasi menunjukkan NPs Fe₂O3 yang diperoleh memiliki ukuran kristal rata-rata 26,72 nm , ukuran partikel pada rentang 30,82–62,93 nm, luas permukaan spesifik 4,838 m²/g, volume pori 0,047 cc/g, dan radius pori rata-rata 26,538 Å dengan struktur mesopori. MMMAs SA–NPs Fe₂O₃ disintesis menggunakan metode non-solvent induced phase separation (NIPS) dengan variasi loading NPs Fe2O3 sebesar 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hasil pengujian kinerja membran menunjukkan bahwa fluks air pada MMMAs SA–NPs Fe₂O₃ 40% lebih tinggi (507,61 L/m² jam) dibandingkan membran SA0 (420,38 L/m²jam). Namun kuat tarik membran menurun dari 2,67 Kgf/mm² menjadi 1,18 Kgf/mm². Derajat pengembangan membran meningkat dari 38,99% pada membran SA0 menjadi 59,78% pada MMMAs SA–NPs Fe₂O₃ 40%. Kapasitas adsorpsi urea MMMAs SA–NPs Fe₂O₃ 40% sebesar 8,25 mg/g. Uji transpor urea menunjukkan total removal meningkat seiring waktu, setelah 6 jam pengujian, MMMAs SA–NPs Fe₂O₃ 40% mampu menghilangkan 132,88 mg/g (41,59%), sedangkan membran SA0 hanya 87,13 mg/g (27,27%). Hasil uji klirens urea menunjukkan peningkatan kinerja pemisahan, dengan nilai klirens setelah 1 jam dan 6 jam sebesar 10,30 dan 13,72 mL/menit untuk MMMAs SA- NPs Fe₂O, sedangkan membran SA0 sebesar 6,43 dan 9,00 mL/menit. Uji regenerasi menunjukkan bahwa kemampuan penghilangan urea menurun seiring bertambahnya siklus penggunaan dari 43,40% pada regenerasi pertama menjadi 11,13% pada regenerasi ketiga. MMMAs SA–NPs Fe₂O₃ menunjukkan potensi sebagai MMMAs untuk aplikasi penghilangan urea, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan stabilitas mekanik dan kemampuan regenerasi.&#13;
Kata Kunci : Mixed Matrix Membrane Adsorbers, adsorpsi, nanopartikel, besi oksida, urea</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714711</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 10:38:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 10:47:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>