Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK DI PAUD BUNGONG SEURUNE ACEH BESAR
Pengarang
IRA LATIFA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Taat Kurnita Yeniningsih - 197101201998032001 - Dosen Pembimbing I
Sitti Muliya Rizka - 198907192019032022 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2106104210081
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP PG PAUD (S1)., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
372.21
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ira Latifa (2025). Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anak Usia Dini Menggunakan Permainan Tradisional Bakiak di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Taat Kurnita Yeniningsih, S.Pd., M.Pd dan Sitti Muliya Rizka, S.Pd., M.Ed.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kerjasama anak usia dini, khususnya dalam aspek bekerja sama, berbagi, dan bergantian saat kegiatan kelompok. Berdasarkan pengamatan di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar, dari 14 anak kelompok B usia 5–6 tahun terdapat 9 anak yang kemampuan kerjasamanya belum berkembang, terlihat dari kurangnya kemampuan bekerja sama, berbagi, dan bergantian dalam permainan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia dini melalui permainan tradisional bakiak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 anak yang terdiri dari 4 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja menggunakan lembar penilaian anak dan guru. Pelaksanaan permainan bakiak dilakukan dengan mengenalkan permainan dan aturan bermain, membagi anak ke dalam kelompok, serta membuat antrian secara acak, dan membimbing anak untuk menyesuaikan langkah saat berjalan bersama. Guru juga mengarahkan anak untuk berbagi alat permainan, bergantian posisi, serta saling membantu dan berkomunikasi selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kerjasama anak pada setiap siklus. Pada Siklus I, kemampuan kerjasama anak mencapai 52,77%, sedangkan pada Siklus II meningkat hingga mencapai ≥75% dan memenuhi indikator keberhasilan. Dengan demikian, permainan tradisional bakiak terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia dini di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar.
Kata kunci: kerjasama, anak usia dini, permainan tradisional, bakiak, PTK.
Ira Latifa (2025). Improving Early Childhood Cooperation Skills through the Traditional Bakiak Game at PAUD Bungong Seurune Aceh Besar. [Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Taat Kurnita Yeniningsih, S.Pd., M.Pd. and Sitti Muliya Rizka, S.Pd., M.Ed. This study was motivated by the low level of cooperation skills among early childhood learners, particularly in working together, sharing, and taking turns during group activities. Based on observations at PAUD Bungong Seurune Aceh Besar, out of 14 children in Group B aged 5–6 years, 9 children showed underdeveloped cooperation skills, as indicated by limited ability to cooperate, share, and take turns in group play. This study aimed to improve early childhood cooperation skills through the traditional bakiak game. The research employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 9 children, consisting of 4 girls and 5 boys. Data collection techniques included observation and performance assessment using evaluation sheets for both children and teachers.The implementation of the bakiak game involved introducing the game and its rules, dividing children into groups, and guiding them to coordinate their steps while walking together. The teacher also encouraged children to share game equipment, take turns, help one another, and communicate with their group members during the activity. The results showed an improvement in children’s cooperation skills in each cycle. In Cycle I, the cooperation skill achievement reached 52.77%, while in Cycle II it increased to ≥75%, meeting the success indicators. Therefore, it can be concluded that the traditional bakiak game is effective in improving early childhood cooperation skills at PAUD Bungong Seurune Aceh Besar. Keywords: cooperation, early childhood, traditional games, bakiak, classroom action research.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK DI PAUD BUNGONG SEURUNE ACEH BESAR. (Safira Istiqamah, 2026)
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN LOMPAT TALI DI PAUD NURUL HIDAYAH KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Wirra Arrahmah, 2018)
MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL SOM-SOM ANEUK DI PAUD NURUL HIDAYAH KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Misna Hanum, 2018)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ESTAFET BOLA DI PAUD BUNGONG SELEUPOEK (Karisma Yani, 2026)
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA ANIMASI DI PAUD RAISHA BANDA ACEH (Yulia Nanda Dewi, 2020)