<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714671">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DI PULAU SUMATRA DENGAN PENDEKATAN REGRESI NONPARAMETRIK SPLINE TRUNCATED</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LENI GUSTIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan salah satu indikator untuk menilai tingkat kesetaraan pembangunan antara laki-laki dan perempuan serta menjadi instrumen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kelima. Pada tahun 2024, enam provinsi di Pulau Sumatra, yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung memiliki nilai IPG di bawah rata-rata nasional sebesar 92,64. Rendahnya IPG mengindikasi adanya ketimpangan pembangunan gender yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dengan pola hubungan menyebar serta karakteristik yang berubah pada interval tertentu. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analisis yang fleksibel melalui regresi nonparametrik spline truncated dengan penentuan model terbaik berdasarkan titik knot optimal dari nilai Generalized Cross-Validation (GCV) minimum. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dengan unit analisis 88 kabupaten/kota di enam provinsi di Pulau Sumatra. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi nonparametrik spline truncated terbaik diperoleh pada kombinasi titik knot (2, 3, 3, 2, 1, 1) dengan nilai GCV minimum sebesar 1,8983 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 90,58 %. Keenam variabel sosial ekonomi yang digunakan terbukti berpengaruh signifikan terhadap IPG dengan karakteristik pengaruh yang bervariasi antarinterval. Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan dan rata-rata lama sekolah perempuan berpengaruh positif pada seluruh interval, sedangkan proporsi perempuan kawin usia kurang dari 20 tahun saat melahirkan pertama serta proporsi perempuan melahirkan tidak di fasilitas kesehatan berpengaruh negatif. Sementara itu, persentase penduduk miskin dan pengeluaran per kapita perempuan menunjukkan variasi pengaruh antarinterval. Secara kewilayahan, Kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan konsistensi kondisi yang selaras dengan arah pengaruh variabel dalam model dan diikuti capaian IPG yang tinggi, sedangkan Kabupaten Nias Utara menunjukkan kecenderungan sebaliknya dengan capaian IPG yang relatif lebih rendah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714671</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 09:16:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 09:17:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>