<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714629">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERUBAHAN TITIK LEMBEK ASPAL AKIBAT SUBSTITUSI HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) TERHADAP PARAMETER MARSHALL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEA IKRAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aspal adalah bahan pengikat pada perkerasan lentur yang dipengaruhi oleh temperatur, dimana pada suhu tinggi dapat mengalami pelunakan dan menyebabkan deformasi. Salah satu upaya peningkatan kinerja aspal adalah dengan modifikasi menggunakan limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE), yang juga berkontribusi dalam pengurangan limbah lingkungan. Penggunaan HDPE sebagai bahan tambah diharapkan dapat meningkatkan ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur dan beban lalu lintas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan titik lembek akibat substitusi HDPE serta pengaruhnya terhadap parameter Marshall pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan aspal penetrasi 60/70 yang dimodifikasi menggunakan metode pencampuran basah (wet process). Variasi kadar HDPE yang digunakan adalah 6% dan 9% dari berat aspal. Pengujian meliputi sifat fisis aspal modifikasi dan parameter Marshall, yaitu stabilitas, flow, kepadatan, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), serta Marshall Quotient (MQ). Hasil dibandingkan dengan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 (2020). Hasil menunjukkan bahwa penambahan HDPE meningkatkan titik lembek dari 57,5°C pada kadar HDPE 6% menjadi 79,5°C pada kadar HDPE 9%. Nilai stabilitas meningkat dari 2205 kg menjadi 2392 kg, serta MQ dari 540,77 kg/mm menjadi 582,23 kg/mm. Kepadatan dan VFA memenuhi spesifikasi pada kedua variasi. VIM dan VMA hanya memenuhi pada kadar HDPE 9%, sedangkan pada 6% belum memenuhi. Nilai flow pada kedua variasi yaitu 4,3 mm dan 4,4 mm tidak memenuhi spesifikasi karena melebihi batas yang disyaratkan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan HDPE meningkatkan titik lembek, stabilitas, dan kekakuan campuran. Kadar 9% memberikan kinerja lebih baik pada campuran AC-WC, meskipun nilai flow belum memenuhi spesifikasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714629</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-18 21:32:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-19 18:06:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>