<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714605">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SPASIO-TEMPORAL DENGAN GEOGRAPHICALLY AND TEMPORALLY WEIGHTED REGRESSION (GTWR) TERHADAP MASALAH KEMISKINAN DI PULAU SUMATRA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WHY MUTIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemiskinan adalah permasalahan pembangunan yang menunjukkan perbedaan karakteristik antarwilayah dan perubahan antarwaktu. Penelitian ini menganalisis mengenai bagaimana bantuan sosial dan faktor-faktor sosial ekonomi memengaruhi persentase penduduk miskin, serta apakah pengaruh tersebut bersifat homogen pada kabupaten/kota di Provinsi Aceh dan Bengkulu sebagai provinsi dengan kemiskinan tertinggi di Pulau Sumatra, serta kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat dengan tingkat kemiskinan jauh di bawah rata-rata nasional selama periode 2019-2024. Tujuannya untuk mengkaji keberagaman pengaruh secara spasial dan temporal serta mengidentifikasi perbedaan karakteristik kemiskinan antarwilayah. Data yang digunakan berbentuk panel dengan 510 observasi, meliputi bantuan sosial, pendapatan daerah, transfer pusat, belanja bantuan, akses sanitasi dan air bersih, serta tingkat pengangguran terbuka. Analisis dilakukan menggunakan Geographically and Temporally Weighted Regression (GTWR) setelah pemilihan model regresi data panel terbaik, yaitu Fixed Effect Model (FEM), serta pengujian asumsi klasik dan asumsi spasial-temporal. Fungsi pembobot adaptive kernel exponential menghasilkan 510 model lokal dengan nilai R2 sebesar 69,71% dan menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan model global melalui kriteria uji kesesuaian model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh bantuan sosial, kapasitas fiskal daerah, akses infrastruktur dasar, dan tingkat pengangguran terbuka tidak bersifat homogen, melainkan berbeda pada setiap kabupaten/kota dan periode tertentu. Variabel bantuan sosial signifikan pada periode tertentu, terutama saat terjadi tekanan ekonomi seperti masa COVID-19 tahun 2021, sedangkan pada tahun lainnya dipengaruhi variabel kapasitas fiskal daerah, akses infrastruktur dasar, dan tingkat pengangguran terbuka. Oleh karena itu, disarankan agar perumusan kebijakan bantuan sosial dan pembangunan daerah mempertimbangkan karakteristik lokal serta perubahan kondisi antarwaktu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714605</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-18 12:17:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-20 08:53:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>