<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714397">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PENATAAN FASAD BANGUNAN SEBAGAI PEMBENTUK CITRA VISUAL JALAN MERDEKA KOTA LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zainul Furkan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jalan Merdeka di Kota Lhokseumawe merupakan salah satu koridor utama yang &#13;
memegang peran strategis dalam struktur kota, berfungsi sebagai pusat kegiatan &#13;
perdagangan, jasa, sosial, dan budaya. Sebagai jalan protokol, keberadaan &#13;
bangunan di sepanjang koridor ini memiliki peran penting dalam membentuk citra &#13;
visual kota. Namun, keberagaman bentuk, skala, warna, dan karakter bangunan &#13;
yang tidak terkoordinasi telah menimbulkan ketidakharmonisan visual yang &#13;
berdampak pada kualitas estetika dan identitas kawasan. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengkaji strategi penataan fasad bangunan sebagai pembentuk citra visual &#13;
kawasan perkotaan, dengan studi kasus pada Koridor Jalan Merdeka Kota &#13;
Lhokseumawe. Latar belakang kajian ini adalah minimnya regulasi visual dan &#13;
belum terintegrasinya nilai-nilai arsitektur lokal dalam desain fasad eksisting. &#13;
Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik observasi &#13;
lapangan dan analisis elemen visual, berdasarkan teori keterbacaan kota &#13;
(legibility), karakter visual, dan identitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa karakter visual koridor sangat dipengaruhi oleh elemen-elemen fasad &#13;
seperti skala dan proporsi bangunan, bentuk massa, warna, material, bukaan, &#13;
signage, serta keterpaduan antarunit bangunan. Penataan fasad yang terarah, &#13;
kontekstual, dan responsif terhadap nilai lokal diperlukan untuk mengurangi &#13;
visual clutter dan membentuk identitas kawasan yang kuat. Strategi penataan yang &#13;
diusulkan mencakup penyusunan panduan desain berbasis zonasi fungsi, integrasi &#13;
ornamen arsitektur lokal, penyeragaman pola dan ukuran bukaan, serta &#13;
pengelolaan signage dan kanopi secara proporsional dan harmonis. &#13;
Kata kunci: Fasad Bangunan, Citra Visual, Jalan Merdeka, Strategi Penataan, &#13;
Karakter Lokal, Arsitektur Kota.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714397</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-17 10:37:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-17 11:35:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>