<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714203">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI SISTEM INFORMASI GAMPONG (SIGAP) DI DESA KOTA BANDA ACEH:</title>
  <subTitle>PENGUNGKAPAN INFORMASI, RISIKO DAN PENGENDALIAN INTERNAL</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>maria ulfa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sistem Informasi Gampong (SIGAP) di beberapa gampong di Kota Banda Aceh dengan fokus pada kelengkapan pengungkapan informasi, risiko teknologi informasi, dan efektivitas pengendalian internal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan aparatur gampong serta observasi langsung terhadap penggunaan SIGAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses input SIGAP belum optimal akibat keterbatasan perangkat, kemampuan operator, dan ketidakstabilan jaringan internet. Output SIGAP sudah tersedia, namun pemanfaatannya oleh masyarakat masih rendah karena data yang ditampilkan belum diperbarui secara berkala. Kelengkapan pengungkapan informasi ditentukan oleh tingkat pemahaman aparatur, komitmen pimpinan, infrastruktur teknologi informasi, keberadaan SOP, pelatihan, serta pengawasan. Risiko teknologi informasi yang teridentifikasi meliputi kehilangan data, kesalahan input, gangguan sistem, dan lemahnya keamanan. Pengendalian internal telah diterapkan, namun belum merata di setiap gampong. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan, pembaruan infrastruktur, serta penguatan pengendalian internal berbasis teknologi informasi guna menjamin transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan gampong.&#13;
 &#13;
Kata Kunci: SIGAP, Pengungkapan Informasi, Risiko TI, Pengendalian Internal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714203</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 12:53:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 15:04:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>