<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714029">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NOURA SHUBHIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Zona alterasi hidrotermal merupakan indikator penting dalam sistem panas bumi karena mencerminkan interaksi antara fluida panas dan batuan yang mengubah komposisi mineralogi permukaan. Identifikasi zona alterasi secara spasial dapat dilakukan efektif melalui pendekatan penginderaan jauh dengan memanfaatkan karakteristik spektral dan termal citra satelit. Dalam kajian ini, pemetaan zona alterasi hidrotermal di kawasan panas bumi Lokop dilakukan menggunakan citra Landsat 8 OLI/TIRS. Analisis meliputi pengolahan komposit band (10-11-7) untuk mengidentifikasi keberadaan silika, serta kombinasi rasio (4/2-6/7-5), (4/2-6/7-10), dan (7/4-6/3-5/7) untuk mendeteksi mineral alterasi seperti oksida besi, mineral lempung, dan mineral hidroksil yang sensitif pada spektrum visible hingga SWIR. Selain itu, klasifikasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengidentifikasi perubahan tutupan vegetasi, sedangkan Land Surface Temperature (LST) untuk mengetahui distribusi suhu permukaan sebagai indikator manifestasi panas bumi. Hasil interpretasi menunjukkan adanya zona dengan karakteristik spektral dan termal yang konsisten sebagai indikasi alterasi hidrotermal, ditandai oleh rona cerah pada komposit rasio, nilai NDVI relatif rendah, serta anomali LST yang lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya. Estimasi peningkatan aktivitas termal menunjukkan kenaikan suhu permukaan dari kisaran ±27°-29°C pada tahun 2015 menjadi ±29°-31°C pada tahun 2025, disertai penurunan nilai NDVI dari kisaran ±0,25-1 menjadi ±0-0,25 pada zona prospek. Pola sebaran zona alterasi cenderung terlokalisasi di sekitar manifestasi mata air panas dan mengikuti pola struktur geologi setempat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa integrasi komposit band, rasio spektral, NDVI, dan LST efektif dalam mendukung eksplorasi potensi panas bumi Lokop.&#13;
Kata kunci: Alterasi hidrotermal, Landsat 8 OLI/TIRS, komposit band, NDVI, LST, Panas bumi Lokop.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714029</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 14:01:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 15:22:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>