<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713887">
 <titleInfo>
  <title>KONSTRUKSI BUDAYA THRIFTING (FENOMENA MASYARAKAT DI PEUKAN KAMIS KAMPUNG BLANG SENTANG KABUPATEN BENER MERIAH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SARMITA DIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FISIP Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini menganalisis tentang kontruksi budaya thrifting (fenomena pada&#13;
masyarakat Kabupaten Bener Meriah di peukan kamis kampung Blang Sentang).&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambarkan&#13;
konstruksi masyarakat terhadap budaya thrifting secara mendalam dan dalam&#13;
memperoleh data peneliti melakukan wawancara mendalam, observasi non&#13;
partisipan, dan studi pustaka serta sumber data diperoleh dari data primer dan&#13;
sekunder. Dengan menggunakan teori konstruksi sosial yang diperkenalkan oleh&#13;
Peter L. Berger dan Thomas Luckman dengan tiga tahapan yaitu eksternalisasi,&#13;
objektivikasi dan internalisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah berusaha untuk&#13;
mendeskripsikan bagaimana konstruksi budaya thrifting pada masyarakat&#13;
Kabupaten Bener Meriah di peukan Kamis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan&#13;
bahwa adanya pergeseran stigma Gen Z dan Generasi Milenial terhadap pakaian&#13;
thrift yang dipandang sebelah mata seiring dengan kemajuan teknologi menjadikan&#13;
praktik jual beli pakaian bekas ini diterima sebagai bagian dari tren fashion saat ini.&#13;
Harga yang terjangkau, kualitas pakaian, dan model pakaian yang unik menjadi&#13;
alasan mendasar (motif) dari kalangan Gen Z dan Gen Milenial melakukan thrifting.&#13;
Tahapan ekternaliasi pada kalangan Gen Z secara signifikan didorong oleh pesatnya&#13;
perkembangan media sosial yang terjadi saat anak muda berbagi pengalaman&#13;
berburu barang bekas sedangkan pada kalangan milenial proses ini dipengaruhi oleh&#13;
lingkungan sosial melalui interaksi antar individu. Tahapan objektivikasi yang&#13;
dihasilkan dari proses internalisasi menjadikan thrifting sebagai tren fashion yang&#13;
menjadi norma budaya yang membentuk habitus. Tahapam akhir internalisasi&#13;
diserap kembali menjadi kesadaran subjektif individu terhadap tren fashion dan&#13;
kesadaran terhadap budaya hemat yang terinternalisasi sebagai bagaian dari integral&#13;
kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Konstruksi sosial, Budaya thrifting, Pakaian Bekas&#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713887</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 15:19:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 09:40:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>