<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712301">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN YANG BEROBAT JALAN MENGGUNAKAN METODE AGGLOMERATIVE HIERARCHICAL CLUSTERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI ISRA SYAFIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelayanan kesehatan merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya tercermin dari perilaku berobat jalan. Pola pemanfaatan fasilitas kesehatan rawat jalan di Indonesia bervariasi antar provinsi dan dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas, ketersediaan layanan, serta preferensi masyarakat. Selain itu, perbedaan gender turut memengaruhi frekuensi dan jenis fasilitas kesehatan yang dipilih, di mana perempuan cenderung lebih sering memanfaatkan layanan kesehatan dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan persentase penduduk laki-laki dan perempuan yang berobat jalan dengan menggunakan metode Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, mencakup delapan variabel jenis fasilitas kesehatan yang digunakan oleh penduduk laki-laki dan perempuan. Proses analisis meliputi perhitungan jarak Euclidean, penerapan empat metode yaitu Single, Complete, Ward’s, dan Average, pemilihan metode terbaik menggunakan nilai Cophenetic Correlation Coefficient, serta penentuan jumlah cluster optimal melalui Silhouette Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terbaik adalah Average Linkage, dengan jumlah cluster optimal sebanyak empat cluster untuk penduduk laki-laki dan lima cluster untuk penduduk perempuan. Hasil pengelompokan ini berhasil memetakan provinsi-provinsi dengan pola pemanfaatan fasilitas kesehatan rawat jalan yang serupa berdasarkan jenis kelamin, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.&#13;
&#13;
Kata kunci: Berobat jalan dalam pemanfaatan layanan kesehatan, Agglomerative Hierarchical Clustering, Average linkage, Cophenetic Correlation Coefficient,  Silhouette&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CLUSTER ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>519.53</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712301</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 12:13:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 11:45:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>