<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711821">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KETEBALAN SEDIMEN MENGGUNAKAN METODE MASW DI CEKUNGAN PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aura Silmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, yang secara geologis merupakan wilayah cekungan sedimen dan dikenal memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang cukup tinggi. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu akuisisi data lapangan pada bulan Mei 2025 serta tahap pengolahan dan interpretasi data. Metode yang digunakan adalah Multichannel Analysis of Surface Wave (MASW) dengan tujuan untuk menentukan ketebalan sedimen bawah permukaan. Akuisisi data dilakukan pada empat lintasan pengukuran, masing-masing dengan panjang lintasan 46 meter secara in-line, offset 2 meter ke kiri dan kanan sehingga total panjang lintasan mencapai 50 meter, serta menggunakan 13 shot point pada setiap lintasan. Data hasil akuisisi diolah untuk memperoleh penampang kecepatan gelombang geser (Vs) dua dimensi yang kemudian diinterpretasikan berdasarkan variasi nilai Vs terhadap kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas tiga lapisan utama, yaitu tanah lunak (SE) dengan nilai Vs rendah, tanah sedang (SD) dengan nilai Vs menengah, dan tanah keras (SC) dengan nilai Vs tinggi. Ketebalan sedimen yang teridentifikasi bervariasi pada setiap lintasan, dengan kisaran sekitar 9 hingga 14 meter, di mana lintasan tertentu menunjukkan sedimen yang lebih tebal dibandingkan lintasan lainnya. Variasi ketebalan sedimen ini mengindikasikan adanya perbedaan geometri cekungan sedimen di wilayah Pidie Jaya yang dipengaruhi oleh proses sedimentasi dan kondisi geologi setempat. Keberadaan lapisan tanah lunak dan tanah sedang yang cukup dominan hingga kedalamantertentu menunjukkan bahwa material penyusun bawah permukaan masih relatif lepas hingga terpadatkan sedang. Kondisi tersebut memiliki implikasi terhadap kerentanan wilayah terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan banjir, seperti potensi amplifikasi gelombang seismik dan meningkatnya risiko genangan. Oleh karena itu, hasil penelitian inidiharapkan dapat menjadi informasi awal dalam mendukung upaya mitigasi bencana serta perencanaan pembangunan yang lebih aman di Kabupaten Pidie Jaya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SEDIMENTATION</topic>
 </subject>
 <classification>551.303</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711821</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-03 20:27:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 10:29:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>