<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711638">
 <titleInfo>
  <title>PERAN KEPEMILIKAN ASING DAN DEWAN ASING TERHADAP HUBUNGAN PENGUNGKAPAN PERUBAHAN IKLIM DAN NILAI PERUSAHAAN :</title>
  <subTitle>STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN DENGAN TCFD</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAJLA ZARONA KESUMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menganalisis pengaruh Climate Change Disclosure (CCD) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan terdaftar di BEI periode 2022–2024 dengan 80 observasi, di mana CCD diukur berdasarkan empat pilar TCFD dan nilai perusahaan diproksikan menggunakan Price to Book Value (PBV). Model regresi data panel turut memasukkan kepemilikan asing dan dewan asing sebagai variabel moderasi, serta firm size, leverage, dan kualitas audit sebagai variabel kontrol. Hasil empiris menunjukkan bahwa CCD berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, menandakan bahwa pasar mengapresiasi kualitas pengungkapan informasi iklim. Kepemilikan asing terbukti memperkuat hubungan tersebut, yang mengindikasikan bahwa investor asing lebih responsif terhadap transparansi risiko dan strategi perubahan iklim. Sebaliknya, dewan asing tidak mampu memoderasi hubungan CCD dan nilai perusahaan, sehingga keberadaan anggota dewan internasional belum cukup efektif meningkatkan nilai strategis pengungkapan iklim di mata investor BEI. Temuan ini menunjukkan praktik pelaporan iklim di Indonesia masih berada pada tahap awal adopsi dan belum sepenuhnya menjadi sinyal kuat dalam pembentukan nilai pasar. Oleh karena itu, perusahaan dan regulator perlu meningkatkan kualitas, konsistensi, serta integrasi informasi iklim dalam laporan tahunan, sementara penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan variabel lain atau proksi nilai perusahaan berbeda untuk memperkaya pemahaman di pasar negara berkembang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VALUATION - BUSINESS - FINANCIAL MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>658.15</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711638</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 17:44:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-20 09:47:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>